Pemdes Air Senggeris Salurkan BLT DD Periode Bulan Januari Hingga Maret 2026

Banyuasin321 Dilihat

Banyuasin – Pemdes Air Senggeris, Kecamatan Suak Tapeh, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun anggaran 2026 kepada warga penerima manfaat dengan jumlah nominal yang diterima jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (12/5) dengan melibatkan langsung Kepala Desa (Kades) Air Senggeris Ardiansyah serta perangkat desa. Selain itu, aparat keamanan desa dan unsur BPD dan Pendamping desa, turut hadir untuk memastikan proses berjalan tertib dan transparan.

Namun demikian, pemerintah desa mencatat penurunan drastis jumlah nominal BLT ini karena adanya perubahan dari pusat. Perubahan ini langsung memicu perhatian masyarakat, terutama karena bantuan tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan dasar warga kurang mampu.

Kades Air Senggeris Ardiansyah menjelaskan bahwa penurunan jumlah nominal ini tidak terjadi tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa mengikuti kebijakan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

Oleh karena itu, desa harus menyesuaikan alokasi bantuan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.“Pemerintah desa tidak mengurangi secara sepihak. Sebaliknya, kami mengikuti kebijakan pusat yang memangkas anggaran,” ujar Ardiansyah.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa pihaknya tetap berupaya menjaga agar bantuan tepat sasaran meskipun jumlahnya terbatas.”Bantuan ini disalurkan kepada 11 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) periode bulan Januari s.d Maret yang mana setiap KPM menerima Rp 150.000,00/bulan,” jelasnya.

Di sisi lain, penyesuaian anggaran ini langsung berdampak pada distribusi BLT DD 2026 di tingkat desa. Pemerintah desa harus melakukan verifikasi ulang data penerima agar bantuan benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan.

Ardiansyah meminta kepada KPM agar memprioritaskan kebutuhan pokok, seperti bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Menurut dia, bantuan tersebut memang tidak besar, tetapi tetap dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

“Gunakan bantuan ini dengan sebaik mungkin. Kami berharap bantuan ini tetap memberikan manfaat nyata,” katanya.

Ardiansyah menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dalam setiap tahapan penyaluran BLT DD 2026. Aparat desa secara aktif melibatkan berbagai unsur, termasuk BPD dan aparat keamanan, guna menghindari potensi penyimpangan.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah pusat dapat kembali menambah alokasi anggaran pada masa mendatang. Mereka menilai bantuan langsung tunai masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Penyaluran bantuan tahun ini memang menunjukkan penurunan dari sisi jumlah nominal. Namun demikian, pemerintah desa berupaya menjaga kualitas distribusi agar tetap tepat sasaran. Dengan langkah tersebut, BLT DD 2026 diharapkan tetap memberikan dampak positif, meskipun dalam keterbatasan anggaran. (Adm)