Kelola 153.72 Ton Emas, Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun di Kuartal I 2026

Sumsel21 Dilihat

Jakarta – PT Pegadaian terus menunjukkan kinerja bisnis yang semakin gemilang di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sinergi strategis tersebut berhasil memperkuat tata kelola perusahaan, mempercepat transformasi bisnis, serta mengukuhkan posisi Pegadaian sebagai pelopor ekosistem Bank Emas di Indonesia yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Hingga Mei 2026, total kelolaan emas Pegadaian telah mencapai 153,72 ton, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan berbasis emas yang terus dikembangkan perusahaan. Capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen Pegadaian dalam meningkatkan literasi investasi emas sekaligus mengubah paradigma masyarakat agar memandang emas sebagai instrumen investasi yang produktif, likuid, dan bernilai jangka panjang.

Sebagai perusahaan jasa keuangan yang memperoleh izin usaha Bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pegadaian kini menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memiliki ekosistem Bank Emas terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari layanan investasi, penyimpanan melalui vault berstandar internasional, perdagangan emas, hingga pengolahan dan ritel emas melalui anak perusahaan, Galeri 24, seluruh layanan tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Pegadaian dalam mendukung hilirisasi komoditas nasional sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Pemerintah.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan bahwa transformasi yang dilakukan Pegadaian merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin ekosistem emas nasional.

 

“Pegadaian terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berinvestasi maupun memanfaatkan emas sebagai instrumen pembiayaan. Melalui penguatan ekosistem Bank Emas, kami optimistis mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional,” ujar Novryandi.

Kinerja positif Pegadaian juga tercermin dari pencapaian pada kuartal I Tahun 2026. Hingga 30 April 2026, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,38 triliun, meningkat 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,34 triliun. Sementara itu, total aset perusahaan tumbuh menjadi Rp183,8 triliun atau meningkat 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp117,8 triliun. Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh Outstanding Loan (OSL) Gross yang mencapai Rp153,6 triliun, meningkat 58,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Novryandi, capaian tersebut tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap Pegadaian sebagai mitra finansial terpercaya.

“Kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama bagi Pegadaian untuk terus bertumbuh. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat transformasi perusahaan melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, serta pengembangan ekosistem emas yang semakin lengkap agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambah Novryandi.

Tidak hanya memperkuat bisnis di dalam negeri, Pegadaian juga terus memperluas kiprahnya di tingkat internasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan struktur pendanaan bersama Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), pengembangan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, serta ekspansi jaringan operasional dengan membuka kantor cabang luar negeri pertama di Timor-Leste.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pegadaian semakin optimistis memperkuat perannya sebagai perusahaan jasa keuangan yang tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Bersama Danantara, Pegadaian terus berkomitmen menghadirkan inovasi, memperluas ekosistem Bank Emas nasional, serta Melayani Sepenuh Hati untuk MengEMASkan Indonesia.

###

 

Tentang Pegadaian

PT Pegadaian (Persero) didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial. Sejak tahun 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM, berkomitmen penuh dalam mendukung UMKM naik kelas.

 

Pegadaian kini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap, sejak resmi mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.

 

Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian juga memiliki ragam produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta produk pembiayaan yang lengkap (Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah).

 

Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian yang dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital, untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi finansial bagi masyarakat.

 

Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, menciptakan dampak positif bagi komunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara luas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id.