Banyuasin – Pemerintah Desa (Pemdes) Regan Agung, Kecamatan Banyuasin III, mulai menuntaskan keluhan warga soal akses jalan rusak. Jalan lingkungan di RT 13 Dusun III, kini telah dilakukan pengerasan pakai koral.
Pembangunan jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 4 meter itu dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Regan Agung. Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 sebesar Rp 83.000.000,00 digelontorkan untuk tahap pertama.
”Jalan ini vital. Jadi jalur alternatif warga RT 13 Dusun III. Sebelumnya rusak parah, dan apabila musim penghujan berlumpur,” jelas Kades Regan Agung Sudarmono, saat ditemui di Kantor Desa Regan Agung, Rabu (1/10).
Pemdes Regan Agung melibatkan tenaga ahli lokal untuk menjamin kualitas pengerjaan. Warga menyambut positif perbaikan jalan. ”Lebih nyaman dan aman. Aktivitas warga jadi lancar,” kata salah satu warga.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik. ”Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai pelayan masyarakat. Jalan yang baik menunjang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga,” tegas Sudarmono.
“Ke depan, akses jalan di dusun lain juga akan ditingkatkan. Targetnya, seluruh wilayah desa punya konektivitas yang layak dan mendukung distribusi barang serta mobilitas warga,” tandasnya.
Sudarmono menuturkan, pengerasan jalan lingkungan ini juga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan infrastruktur jalan di wilayah tersebut, sehingga memperbaiki aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
Dengan menggunakan Dana Desa, lanjut Sudarmono, Pemerintah Desa Regan Agung berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada warga. Sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Proyek pengerasan jalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengguna jalan serta mendorong perkembangan ekonomi dan sosial di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Disampaikannya juga bahwa pengerasan jalan ini sudah menjadi program prioritas berdasarkan usulan dari masyarakat RT 13 Dusun III dan telah disepakati berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes).
Kades Sudarmono yang juga dikenal inovatif ini juga banyak berinovasi dan berani membuat terobosan demi kemajuan Desa Regan Agung. Dimana ia menyebut sebelumnya Desa Regan Agung bernama Kurongan dan itu berarti Desa yang terkurung.
Oleh karena itu untuk mengubah makna arti terkurung itu ia membuat terobosan baru dengan membangun jalan penghubung antar desa seperti jalan tembusan ke Desa Lubuk Saung sepanjang 1,5 KM dan jalan tembusan ke Desa Pelajau Ilir sepanjang 1,5 KM.
“Alhamdulillah pada tahun 2023 kami telah membangun dua titik jalan penghubung antar desa yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama mempermudah untuk menuju ke kebun,” terangnya. (Adm).









