Kunjungi Anak Beresiko Stunting, Kades Paidun Tegaskan Stunting Menjadi Perhatian Serius Pemdes Meranti

Banyuasin1279 Dilihat

Banyuasin – Sebagai wujud kepedulian terhadap anak beresiko Stunting, Kepala Desa (Kades) Meranti Paidun SPd kunjungi rumah warganya yang anaknya saat ini beresiko Stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui keadaan anak yang beresiko Stunting sekaligus memantau tumbuh kembang si anak.

Dalam kegiatan ini Kades Meranti Paidun turut didampingi tim tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Suak Tapeh Pastila Wati AM.Keb, Koordinator Korlap Penyuluh KB Kecamatan Suak Tapeh Joni beserta tim, Ahli Gizi Amira, Bidan Desa Meranti Sukaesih AM.Keb, Kader Posyandu dan Perangkat Desa Meranti.

Kades Meranti Paidun SPd saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan ini sejak Rabu 11 September dan dilanjutkan pada Jum’at 13 September 2024.”Ada 4 anak yang beresiko Stunting,” jelas Kades Paidun.

Dalam kunjungan ini juga dilakukan
pemberian makanan tambahan berupa biskuit, protein berupa Telur, dan susu Formula. Dan Kades Paidun dalam kunjungan nya berharap agar terkhusus anak yang beresiko Stunting agar mengonsumsi makanan bergizi dan rutin ke Posyandu,

Dalam kunjungan tersebut tim tenaga Kesehatan juga memberikan pemahaman bagi ibu tentang asupan gizi yang baik bagi anak dimana
pentingnya menjaga asupan gizi anak sejak dini agar terhindar dari resiko Stunting.

Masalah Stunting menjadi perhatian serius yang digencarkan oleh pemerintah untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan bahkan kematian anak.

“Terkait masalah Stunting menjadi perhatian serius bagi kami dari Pemerintah Desa (Pemdes) Meranti dalam menyelesaikan masalah Stunting di Desa Meranti. Jadi hal ini Stunting menjadi perhatian utama Pemerintah Desa Meranti,” ungkap Paidun.

Ia menekankan bahwa peran strategis stakeholder lintas sektor dibutuhkan dalam menekan angka laju pertumbuhan Stunting di wilayah Desa Meranti agar tidak terdapat angka baru Stunting.
Dan Paidun menegaskan bahwa upaya penurunan Stunting diperlukan terintegrasi antar lintas sektor.

Dan ini diyakini akan terselesaikan dengan baik melalui langkah yang telah dilakukan peningkatan akses layanan kesehatan dengan menekan pentingnya optimalisasi peran Posyandu untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

“Tentu kita berkomitmen mendukung program pemerintah pusat dalam percepatan penurunan stunting hingga zero New Stunting, namun semuanya tidak dapat bergerak sendirian perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi lintas sektor,” ujar Paidun.

Dikatakan Paidun, melalui kolaborasi lintas sektor yang menjalankan sesuai tupoksinya masing-masing, wilayah Desa Meranti dapat terbebas dari angka Stunting dan juga nol angka Stunting baru. (Adm).