Belum Genap Satu Tahun Dibangun, Jalan Dusun Pandan – Bengkuang Kini Rusak Lagi

Banyuasin780 Dilihat

Banyuasin, Aksara News – Program pembangunan Infrastruktur bagus yang di usung oleh Pemkab Banyuasin nampaknya belum terealisasi dengan baik. Pasalnya, masih banyak terdapat beberapa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banyuasin yang mutu dan kualitasnya jauh dari kata baik.

Salah satunya jalan penghubung antar desa yakni Dusun Pandan Desa Lubuk Lancang yang menghubungkan dengan Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Dimana di beberapa titik badan jalan sudah dipenuhi lobang yang cukup dalam dan digenangi air dan lumpur.

Akibat kerusakan jalan ini, warga di Dusun Padan dan warga Desa Bengkuang sangat kesulitan melintasi jalan tersebut. Terutama para pengendara roda dua maupun roda empat. Mirisnya lagi anak – anak sekolah yang mau mau pergi ke sekolahnya baju seragamnya maupun sepatunya kotor kena lumpur tanah.

“Ya di beberapa titik jalan ini sudah banyak yang rusak parah dan hampir seluruh badan jalan berlobang yang cukup dalam dan di genangi air dan lumpur. Sehingga para pengendara roda dua maupun pengendara roda empat sangat kesulitan melintasi jalan ini,” kata Kades Bengkuang Solehan kepada wartawan, Selasa (11/4).

Yang sangat miris lagi melihatnya, ujar Solehan, saat anak – anak sekolah yang setiap pagi pergi ke sekolahnya ke Suak Tapeh, pakaian seragam sekolah mereka kotor kena lumpur tanah termasuk sepatu mereka juga penuh lumpur tanah,” kasihan saya melihat anak – anak sekolah yang pakaian mereka kotor kena lumpur tanah,” ungkap dia.

Ketika ditanya apakah benar pada pertengahan tahun 2022 jalan ini pernah dibangun. Hal ini dibenarkan Kades Solehan, cuma hanya sebatas pengerasan.” Memang benar dibangun, namun pembangunan agregat pengerasan jalan tersebut dinilai terkesan asal – asalan. Selain itu kiri kanan jalan tidak ada siring jalan,” jelas dia.

Akibatnya lanjut Solehan, bisa dikatakan belum sampai satu tahun kini di beberapa titik jalan tersebut sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Apalagi saat hujan turun jalan tersebut licin dan berlumpur. Terlihat lobang yang cukup dalam yang digenangi air dan lumpur.

Ia menuturkan bahwa pembangunan agregat pengerasan jalan tersebut pada waktu itu sepanjang 4,6 KM yang menghubungkan Dusun Pandan Desa Lubuk Lancang dengan Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin.

“Proyek jalan ini dulu dikerjakan oleh CV. Al- Bashit dengan menelan Anggaran yang cukup besar yakni Rp. 3. 967.753.000, namun sayang nya pengerjaannya dinilai terkesan asal – asalan. Saya sangat menyesalkan Maslah ini, proyek yang menelan Anggaran hampir 4 Miliar rupiah kok malah pengerjaannya terkesan asal- asalan,” cetus dia.

Di utarakan dia, bahwa pengerjaannya pada waktu itu hanya sebatas dikeruk dan diratakan, setelah itu tanah yang masih gembor disiram dengan cairan aspal, ini sama saja bohong karena tidak akan bertahan lama, dan ditambah lagi tidak ada siring jalan.

“Harusnya pengerasan jalan itu setelah dikerok dan diratakan dikasih batu split setelah itu di limpis dengan alat berat bukan seperti ini hanya sebatas dikerok dan diratakan. Jelas ini tidak akan bertahan lama dan ini terbukti. Sedangkan jalan ini urat nadi bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian,” ungkap dia.

Solehan menduga, proyek jalan ini pada waktu itu pasti ada penyimpangan dalam penggunaan Anggaran karena Anggarannya mencapai hampir 4 miliar rupiah malah pengerjaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Memang di akuinya, dia sangat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin karena jalan penghubung di dua desa ini ada perbaikan hanya saja tidak sesuai dengan yang diharapkan.”Kedepannya semoga jalan ini bisa dibangun dengan cara di aspal atau cor beton,” tandas dia. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *