Banyuasin – Dalam peringatan hari jadi ke 24 Kabupaten Banyuasin, DPRD Banyuasin menggelar Rapat Paripurna Istimewa. Rapat dibuka langsung Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais S.M di Gedung Paripurna DPRD Banyuasin, Jum’at (10/4).
Mengusung tema “Terus Gotong Royong Untuk Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera Berkelanjutan,” peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi atas lompatan besar yang diraih Banyuasin dalam dua dekade terakhir.
Ketua DPRD Banyuasin Abdul Rais SM saat membuka rapat tersebut mengatakan bahwa Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka hari jadi kabupaten sebagai agenda resmi tahunan.
“Sidang ini bertujuan merefleksikan sejarah, mengapresiasi capaian pembangunan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD,” ujar Abdul Rais.
Abdul Rais menuturkan, dengan hari jadi Kabupaten Banyuasin ini, jadikan sebagai Momentum bagi Masyarakat untuk berfikir maju, bekerja keras dan jadikan sebagai Refleksi Pembangunan Secara Objektif.
Abdul Rais menambahkan bahwa Sinergitas selama ini antara Legislatif, Eksekutif dan Masyarakat dapat memacu perkembangan dan kemajuan pembangunan di segala bidang di Kabupaten Banyuasin ini.
Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH didampingi oleh Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian SP dan Sekretaris Daerah Ir Erwin Ibrahim ST MM MBA IPU ASEAN Eng menyatakan bahwa usia 24 tahun adalah fase kematangan.
Askolani mengungkapkan bahwa per 7 Februari 2026, Banyuasin resmi dinobatkan oleh Presiden sebagai kabupaten peringkat pertama produsen padi terbesar di Indonesia.
“Ini hasil sinergi penuh antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Sumsel, dan DPR RI. Saat ini, Banyuasin juga menjadi magnet investasi global. Investor asing mulai masuk untuk membangun pabrik bio avtur, pakan ternak, hingga revitalisasi air bersih,” jelas Askolani.
Askolani menambahkan hasil ini juga andil besar dari jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan sinergi yang sangat baik dengan forkopimda Banyuasin dengan akan dibangunnya Pelabuhan Tanjung Carat.
Hal ini pun dipertegas oleh Sekda Erwin Ibrahim dalam sambutannya menjelaskan bagaimana Kabupaten Banyuasin terbentuk dan progress pembangunan yang telah berjalan.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru memberikan apresiasi tinggi terhadap produktivitas padi Banyuasin yang kini mampu melampaui daerah-daerah sentra di Pulau Jawa.
Prestasi ini mengukuhkan posisi Sumatera Selatan sebagai penyuplai beras nomor tiga terbesar di Indonesia.
“Banyuasin di usia 24 tahun telah membuktikan diri sebagai kabupaten berprestasi. Angka kemiskinan menurun drastis, dan produksi padinya luar biasa. Saya berharap operasional pabrik-pabrik baru serta progres Pelabuhan Tanjung Carat akan semakin mendongkrak geliat ekonomi serta menyerap tenaga kerja lokal secara masif,” ujar Herman Deru.
Ia juga berpesan agar aparatur pemerintah tetap inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. Herman Deru menekankan pentingnya pelayanan publik yang ramah serta pendekatan humanis dalam meningkatkan kesadaran pajak masyarakat.
Turut hadir Anggota DPR RI Hj Kartika Sandra Desi, Bupati Muba H M Toha Tohet SH, Ketua DPRD Muba, Afitni Junaidi Gumay SE, Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Herman Deru, Ketua TP PKK Banyuasin Nabila Askolani Putri, Anggota DPRD Banyuasin, Forkopimda Banyuasin, Kepala OPD Provinsi dan Kabupaten serta tokoh masyarakat Banyuasin. (Adm)









