Pemdes Sukaraja Gelar Rembuk Stunting Dalam Upaya Pencegahan Sejak Dini

Banyuasin85 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaraja melaksanakan Rembuk Stunting dengan tema “Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Desa” pada Kamis (10/9) di Kantor Desa Sukaraja, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi SE MSi, Kades Sukaraja Solimin yang diwakili Sekdes Mashan, Ketua BPD Sukaraja Beny Peterson beserta anggota, Pendamping Desa Suak Tapeh Febri Wansyah ST, Korlap PLKB Suak Tapeh Joni SSos,
perangkat desa, kader posyandu, bidan desa, kader KPM, ibu-ibu PKK, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala
Desa Sukaraja Solimin yang disampaikan Sekdes Mashan menyampaikan bahwa rembuk stunting adalah forum musyawarah desa untuk membahas, memetakan, dan menyepakati langkah-langkah pencegahan serta penanganan stunting di tingkat lokal.

Mashan juga menyebut, bahwa
rembuk stunting menjadi langkah penting dalam merumuskan strategi bersama mencegah stunting sejak dini. Pihaknya berkomitmen mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

“Kami berupaya menjadikan kegiatan ini sebagai wadah musyawarah bersama, agar semua pihak bisa mengambil peran dalam pencegahan dan penurunan angka stunting khususnya di Desa Sukaraja,” ujar Sekdes Mashan, dalam sambutannya.

Dalam forum rembuk tersebut, dibahas berbagai faktor penyebab stunting, mulai dari asupan gizi ibu hamil dan balita, pola asuh anak, hingga sanitasi lingkungan. Petugas kesehatan juga memberikan pemaparan mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta langkah konkret yang bisa dilakukan keluarga.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil rembuk stunting oleh perwakilan peserta, sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Desa Sukaraja.

“Melalui rembuk ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap isu stunting, serta siap mendukung program-program desa demi terwujudnya generasi sehat dan cerdas di masa depan,” pungkasnya.

Sekdes Mashan juga menyampaikan bahwa persoalan stunting merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Stunting bukan hanya urusan tenaga kesehatan. Ini membutuhkan keterlibatan keluarga, kader, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat. Karena itu, hasil rembuk hari ini akan menjadi dasar penyusunan program desa yang lebih tepat sasaran,”tutupnya.

Kesempatan yang sama, Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi SE MSi,
mengapresiasi langkah Pemdes Sukaraja dalam percepatan penurunan stunting. “Rembuk Stunting adalah program pemerintah yang harus kita dukung. Kami siap mendukung percepatan penurunan stunting,” kata Bambang Setiadi.

Ia menegaskan, kegiatan ini penting untuk memastikan rencana pencegahan dan penurunan stunting dilaksanakan bersama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penanggung jawab layanan, sektor/lembaga non-pemerintah, dan masyarakat demi mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Maju.

“Untuk itu saya mengajak, mari kita bekerja sama dan saling berkomunikasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Banyuasin pada umumnya, dan khususnya dalam wilayah Kecamatan Suak Tapeh,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Sukaraja Beny Peterson menegaskan, upaya menekan angka stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemberian makanan tambahan atau pelayanan kesehatan semata. Kesadaran masyarakat, kehadiran balita di Posyandu, sanitasi lingkungan, hingga ketersediaan air bersih menjadi bagian dari persoalan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Ketua BPD Beny Peterson juga kembali menegaskan bahwa rembuk stunting bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk memastikan kebijakan desa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Semua usulan yang lahir dari forum ini harus menjadi perhatian bersama agar program yang direncanakan tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi memberikan manfaat nyata bagi kesehatan ibu dan anak,” ujar Beny Peterson.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati hasil rembuk yang selanjutnya akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 sesuai kemampuan keuangan desa dan skala prioritas pembangunan.

Melalui rembuk stunting ini, Pemerintah Desa Sukaraja berharap langkah-langkah yang disusun tidak hanya mampu menekan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat, cerdas, dan produktif. (Adm)