Banyuasin – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaraja melaksanakan rapat evaluasi kegiatan ketahan pangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Quinta Otalah untuk menilai akuntabilitas, transparansi keuangan, serta sejauh mana program tersebut mencapai swasembada pangan lokal.
Musyawarah tersebut berlangsung di Kantor Desa Sukaraja, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Rabu (2/9). Dan dihadiri Kades Sukaraja Solimin, Ketua BPD Beny Peterson, Pendamping Desa Febriwansyah ST, Ketua BUMDes Rusli didampingi Sekretaris BUMDes dan Bendahara Galu, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Kades Sukaraja Solimin dalam penyampaiannya mengatakan bahwa
tujuan musyawarah evaluasi ini meriksa laporan keuangan dan capaian program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Quinta Otalah Desa Sukaraja apakah sudah sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.
“Kami ingin memastikan pengelolaan anggaran selaras dengan aturan alokasi minimal 20% Dana Desa tahun 2025 yang telah dikelola untuk ketahanan pangan. Tahun 2025 kami dari Pemerintah desa telah mentransfer dana ke BUMDes sebesar Rp146. 599.000,00
“kata Kades Solimin dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan bahwa di tahun 2026 tidak ada lagi aturan bahwa 25% Dana Desa untuk ketahanan pangan namun lanjut Solimin, pemerintah desa masih menganggarkan sebesar Rp 5.000.000,00 untuk modal BUMDes.” Masih kami anggarkan Rp 5000.000,00,” jelasnya.
Dalam kegiatan BUMDes Quinta Otalah selama ini apapun permasalahan yang dihadapi kata Solimin, perlu dicari jalan keluar atas kendala di lapangan, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.
Kesempatan yang sama, Ketua BUMDes Quinta Otalah Rusli yang disampaikan Bendahara Galu dalam laporannya memaparkan bahwa pada tahun 2025 BUMDes menerima transferan dana dari pemerintah desa sebesar Rp 146. 599.000,00 yang direalisasikan untuk ternak ikan lele Sangkuriang.
“Pada tahun 2025 kegiatan ketahanan pangan kami dari BUMDes Qinta Otalah melaksanakan kegiatan ternak ikan lele Sangkuriang yang kami laksanakan tiga tahap. Semua keuangan yang telah kami realisasikan ada pembukuannya dan juga ada SPJ nya,” terannya.
Pendamping Desa Febri Wansyah
dalam sambutannya mengatakan bahwa musyawarah evaluasi itu bukan untuk menghakimi tapi mendengarkan laporan dari pengurus BUMDes Quinta Otalah apa kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini 1 tahun ini.
Sementara itu, Ketua BPD Sukaraja Beny Peterson, mengapresiasi atas kinerja BUMDes yang selalu berkoordinasi setiap ada permasalahan.” Tadi sudah saya dengar sendiri laporan dari pengurus BUMDes semuanya lengkap mulai dari penggunaan keuangan sampai dengan SPJ nya,” katanya. (Adm)









