Mahasiswa S2 STIK-PTIK Bersama Polsek Pulau Rimau Edukasi Bahaya Karhutla

Banyuasin34 Dilihat

Banyuasin – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan pihak dari kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Polres Banyuasin dan Polsek jajaran melalui edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat.

Kali ini mahasiswa S2 STIK-PTIK Mabes Polri bersama Polsek Pulau Rimau melaksanakan sosialisasi bahaya Karhutla sekaligus membagikan masker kepada masyarakat di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Senin (31/8) pukul 11.00 WIB.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Teluk Betung dan diikuti sekitar 200 masyarakat yang turut dihadiri Camat Pulau Rimau Sumito beserta staf, Kapolsek Pulau Rimau AKP Masrul Sumaryanto SH, KBO Binmas Polres Banyuasin Iptu Yogi, lima mahasiswa S2 STIK-PTIK Mabes Polri, Kepala Desa Teluk Betung serta Ketua BPD Kecamatan Pulau Rimau.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa S2 STIK-PTIK Mabes Polri memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang dapat ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan karena dapat memicu terjadinya kabut asap dan berdampak terhadap kesehatan serta lingkungan.

Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab sehingga masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan terkait upaya pencegahan Karhutla di lingkungan masing-masing.

Usai kegiatan sosialisasi, mahasiswa S2 STIK-PTIK Mabes Polri melanjutkan kegiatan dengan membagikan masker kepada masyarakat di Jalan Penghubung Trans Pulau Rimau, tepatnya di depan Kantor Desa Teluk Betung. Sekitar 100 masyarakat menerima masker dalam kegiatan tersebut.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino SIK MSi melalui Kasi Humas Polres Banyuasin Iptu Abu Bakar SH menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi potensi kebakaran.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama. Masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau potensi kebakaran kepada pihak terkait,” ujar Kasi Humas Polres Banyuasin.

Selain pencegahan, pembagian masker menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi dampak kabut asap akibat Karhutla. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif. (Adm)