Banyuasin – Polsek Rantau Bayur melakukan pengecekan terhadap satu titik hotspot yang terdeteksi di wilayah hukum Polsek Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Rabu (5/8).
Titik hotspot tersebut terdeteksi sekitar pukul 09.24 WIB berdasarkan informasi Satgas Udara Provinsi Sumatera Selatan PT MSP/OPS-PLM Fire Patrol/PK-SCH. Petugas kemudian melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lokasi.
Kapolsek Rantau Bayur Iptu Febri Muryanto S.Psi MSi. melalui personel Polsek Rantau Byur melaksanakan pengecekan menggunakan aplikasi Maps dan Maverick menuju titik koordinat yang terdeteksi.
Setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan adanya kebakaran lahan di wilayah Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Petugas kemudian bergabung dengan Satgas BPBD Banyuasin untuk melakukan upaya pemadaman.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 10 hektare dan merupakan lahan milik PT BRU (Bania Rahmat Utama). Vegetasi yang terbakar berupa kumpai, lemidang dan purun dengan kondisi tanah gambut.
“Kami bersama tim gabungan langsung melakukan pengecekan setelah menerima informasi adanya titik hotspot. Di lokasi, ditemukan lahan gambut yang terbakar dengan vegetasi berupa kumpai, lemidang dan purun. Kami bersama BPBD melakukan pemadaman dan terus memantau kondisi di lapangan,” ujar Kapolsek Rantau Bayur Iptu Febri Muryanto.
Petugas bersama tim gabungan telah melakukan pemadaman terhadap sekitar 1 hektare lahan. Sementara itu, kondisi di lokasi saat dilakukan pengecekan masih terdapat asap dan penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman.
Selain melakukan ground check dan pemadaman, personel Polsek Rantau Bayur juga melaksanakan sosialisasi serta penyebaran maklumat larangan pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat.
Petugas turut melaksanakan patroli Karhutla bersama pemerintah setempat, khususnya di wilayah yang dianggap rawan terjadi titik api. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Polsek Rantau Bayur mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim panas dan kemarau serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.
Dalam pelaksanaan pengecekan, petugas menghadapi kendala berupa kondisi lokasi hotspot yang sulit dijangkau menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. (Adm)













