Wabup Netta Optimis Banyuasin Capai Target 1 Juta Ton Lebih Hasil Tanam Padi Tahun 2026

Banyuasin30 Dilihat

Banyuasin – Gerakan Tanam Padi Serentak Menyongsong El-Nino se-Sumatera Bagian Selatan dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH., MH secara daring diselenggarakan di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Selasa (19/5).

Dalam kesempatan ini, Panen dilakukan oleh Wakil Bupati Banyuasin, Ir Netta IndiannSP didampingi oleh Pj. Swasembada PangannDr Suharyanto, SP MP, Kasdim Kodim 0430/Banyuasin Mayor Inf Staifudin, Kapolsek Rambutan Iptu Harmoko SH., MH.

Danramil Mariana, Kapten. CZi. Muhammad Rusli, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Sarip SP MM, Camat Rambutan Mursal M SHi MH, Sekdin PUPR Ir Nurul Khamstah DM ST MSi, Kabid IKP Diskominfo Banyuasin Titin Yariyanti S.Pd MSi.

Netta yakin Kabupaten Banyuasin bisa mencapai 1 (satu) juta ton lebih untuk hasil tanam padi tahun 2026 ini.” Insya Allah, Banyuasin akan menjadi penyumbang terbesar untuk target 5 juta ton wilayah se-Sumbagsel,” optimisnya.

“Saya berikan apresiasi seluruh Instansi terkait, yang telah ikut membantu mendukung pencapaian target produksi khususnya produksi padi di Kabupaten Banyuasin. Semoga kinerja kita menjadi sesuatu yang mulia, akan dicatat sebagai amal ibadah bagi kita semua,” tutupnya.

Pj. Swasembada Pangan, Dr. Suharyanto, SP. MP, juga sepakat bahwa Kabupaten Banyuasin menjadi wilayah agraris pertanian dan mampu menghasilkan panen padi lebih dari 1 juta ton pada tahun 2026.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru, juga optimis dengan kerja bersama target 5 juta ton hasil tanam tercapai untuk se-Sumbagsel pada tahun 2026. Adanya El-Nino menjadi tantangan bagi petani dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan hasil pertanian.

“Petani harus terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dalam penggunaan pupuk dan lain-lain agar optimal pengelolaan hasil panen. Selain itu juga, kita sebaiknya tidak hanya meningkatkan hasil panen semata, tapi juga berupaya agar Luas Baku Sawah (LBS) meningkat, serta tidak ada masalah penyalahgunaan LBS,” tutupnya. (Adm)