BLT DD 2026 Menyusut, Kades Tanjung Laut : Dampak Penyesuaian Anggaran Dari Pusat

Banyuasin622 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) 2026 kepada warga penerima manfaat dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (21/4), dengan melibatkan langsung Kepala Desa (Kades) Tanjung Laut Samsul Bahri, Sekretaris Desa Sukri Efendi, serta perangkat desa lainnya. Selain itu, Babinsa Serka Oki Berusli, dan unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang juga turut hadir untuk memastikan proses berjalan tertib dan transparan.

Namun demikian, pemerintah desa mencatat penurunan drastis jumlah penerima. Jika pada tahun sebelumnya terdapat 49 KPM, maka pada tahun ini hanya 32 KPM yang tercatat sebagai penerima BLT DD 2026. Perubahan ini langsung memicu perhatian masyarakat, terutama karena bantuan tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan dasar warga kurang mampu.

Kades Tanjung Laut Samsul Bahri menjelaskan bahwa penurunan jumlah penerima dan nominal tidak terjadi tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa mengikuti kebijakan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, desa harus menyesuaikan alokasi bantuan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Tahun ini selain penurunan jumlah KPM juga ada perubahan nominal yang diterima setiap masing -masing KPM. Tahun 2025 masing- masing KPM menerima Rp 300.000,00/bulan, namun tahun 2026 ini hanya Rp 150.000,00/ bulan yang diterima setiap masing – masing KPM,” jelas Samsul Bahri.

Kades Samsul Bahri menegaskan, pemerintah desa tidak mengurangi secara sepihak. Sebaliknya, pihaknya mengikuti kebijakan pusat yang memangkas anggaran. Namun ia menekankan bahwa pihaknya tetap berupaya menjaga agar bantuan tepat sasaran meskipun jumlahnya terbatas.

Di sisi lain, penyesuaian anggaran ini langsung berdampak pada distribusi BLT DD 2026 di tingkat desa. Pemerintah desa harus melakukan verifikasi ulang data penerima agar bantuan benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan. Dengan demikian, meskipun jumlah penerima menurun, kualitas penyaluran diharapkan meningkat.

Selanjutnya, Samsul Bahri mengimbau para penerima agar menggunakan bantuan secara bijak. Ia meminta warga memprioritaskan kebutuhan pokok, seperti bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Menurut dia, bantuan tersebut memang tidak besar, tetapi tetap dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

“BLT DD ini kami salurkan untuk periode bulan Januari s.d Maret. Saya berharap gunakan bantuan ini dengan sebaik mungkin. Dan juga harapan kami bantuan ini tetap memberikan manfaat nyata,” katanya.

Selain kepala desa, Ketua BPD bersama anggotanya juga menghadiri kegiatan tersebut. Mereka mengawasi jalannya penyaluran sekaligus memastikan proses berlangsung transparan dan akuntabel. Kehadiran mereka memperkuat kepercayaan publik terhadap mekanisme distribusi bantuan.

Pemerintah Desa Tanjung Laut menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dalam setiap tahapan penyaluran BLT DD 2026. Aparat desa secara aktif melibatkan berbagai unsur, termasuk BPD dan aparat keamanan, guna menghindari potensi penyimpangan.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah pusat dapat kembali menambah alokasi anggaran pada masa mendatang. Mereka menilai bantuan langsung tunai masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Penyaluran bantuan tahun ini memang menunjukkan penurunan dari sisi jumlah penerima. Namun demikian, pemerintah desa berupaya menjaga kualitas distribusi agar tetap tepat sasaran. Dengan langkah tersebut, BLT Dana Desa 2026 diharapkan tetap memberikan dampak positif, meskipun dalam keterbatasan anggaran. (Adm)