Bupati Askolani Ikuti Rakornas Bersama Menteri Pertanian RI, Bahas Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian

Banyuasin62 Dilihat

Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH, bersama Bupati se-Indonesia menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian Tahun 2026 yang di inisiasi oleh Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian di Auditorium Kementan RI Senin (20/4).

Rakornas ini dalam upaya memperkuat langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak pada produktivitas sektor pertanian nasional.

Dalam Rakornas tersebut juga membahas terkait sasaran Pemerintah dalam memitigasi pemanfaatan Sumber Daya Alam di setiap daerah dengan kemandiriannya melalui, Pangan, Protein, Biodiesel B- 50, dan Bioethanol-e- 20.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Ia menekankan bahwa mitigasi kekeringan harus dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berbasis data.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan air untuk lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret seperti optimalisasi embung, irigasi, serta penggunaan teknologi pertanian modern, sehingga diperlukan juga kekompakan kita bersama antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan,” ujarnya.

Lanjut dia, Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada setiap daerah yang sudah menyampaikan usulannya dalam percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, serta penguatan sistem informasi iklim dan pertanian, melalui program-program yang ada di Kementrian Pertanian RI.

‎”Dengan optimalisasi infrastruktur air yang ada, penggunaan benih unggul tahan kering, serta optimalisasi lahan-lahan tadah hujan yang selama ini kurang produktif. Tidak ada waktu untuk menunggu. Setiap hari adalah kesempatan untuk menyelamatkan produksi pangan nasional,” tegasnya.

Menanggapi instruksi tersebut, Bupati Banyuasin menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam menindaklanjuti hasil rakornas dengan langkah konkret di daerah, dengan menyampaikan berbagai usulan strategis guna dalam mengatasi potensi kekeringan di sektor pertanian, khususnya terkait ketersediaan air.

“Tentunya ini menjadi angin segar bagi Banyuasin dalam memaksimalkan potensi yang ada di Banyuasin, mengingat Banyuasin juga saat ini Banyuasin merupakan Kabupaten terbaik nomor 1 penghasil beras se-Indonesia yang tentunya bisa menjadi penunjang Swasembada Pangan di Indonesia,” pungkasnya. (Adm)