Budidaya Melon Sistem Green House, Kades Regan Agung Sudarmono Optimis Bisa Tingkatkan PADes

Banyuasin470 Dilihat

Banyuasin – Desa Regan Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, menunjukkan inovasi dalam pemanfaatan lahan terbatas dengan mengembangkan budidaya melon melalui sistem green house.

Budidaya melon sistem gree house
ini adalah inovasi dari Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) Agung Jaya, Desa Regan Agung. Dimana budidaya melon sistem green house tersebut diatas lahan seluas 10,5 meter x 100 meter.

Saat ini tanaman melon tersebut baru berusia tiga Minggu dan estimasi panen sekitar dua bulan mendatang. Dua varian unggulan, Debus dan Kentanon, menjadi fokus budidaya yang diinisiasi oleh Kepala Desa Regan Agung, Sudarmono melalui BUMDes Agung Jaya.

Kades Regan Agung Sudarmono, mengatakan, langkah ini diambil untuk berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), yang pada akhirnya akan mendukung pembiayaan program dan pembangunan desa.

“Pemerintah Desa (Pemdes) Regan Agung memanfaatkan tanah aset desa untuk pertanian green house yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agung Jaya,” kata Kades Sudarmono, saat meninjau langsung green house tersebut bersama wakil Ketua BPD M Isnaini, Rabu (1/10) kemarin.

Untuk memastikan kualitas buah melon yang optimal, setiap tanaman hanya dibiarkan memiliki maksimal dua buah. Jika ada lebih dari dua buah, sisanya akan dipotong agar buah yang tersisa dapat tumbuh lebih besar dan berkualitas.

“Harapannya, usaha BUMDes Agung Jaya melalui green house melon ini akan terus berkembang dan signifikan dalam meningkatkan PADes, sehingga dapat membiayai berbagai pembangunan di Desa Regan Agung,” ungkapnya.

Budidaya melon sistem green house adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas melon, meminimalkan risiko gagal panen akibat hama dan cuaca, menciptakan lapangan kerja bagi warga, meningkatkan pendapatan desa (PADes).

“Sistem green house melindungi tanaman dari hama, penyakit, dan cuaca ekstrem (hujan, panas berlebihan) yang sering menyebabkan gagal panen di lahan terbuka, sehingga tingkat keberhasilan bisa mencapai 90%,” terangnya.

Sudarmono menuturkan, keberadaan green house membuka peluang kerja baru bagi warga desa untuk perawatan dan pengelolaan kebun. Dan budidaya melon berkualitas tinggi ini mampu mendongkrak pendapatan asli desa (PADes) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua BPD Regan Agung M Isnaini, menyampaikan rasa senang dan bangganya atas inovasi green house budaya melon oleh BUMDes Agung Jaya yang saat ini dalam progres perawatan tanaman tersebut.

“Kebun melon sistem green house ini langkah positif dari Pemerintah Desa Regan Agung. Semoga hasilnya nanti bisa dirasakan langsung oleh warga Desa Regan Agung,” M Isnaini. (Adm)

News Feed