Bupati Banyuasin Askolani, Resmi Melantik PPPK dan CPNS Sebanyak 4.552 Orang

Banyuasin696 Dilihat

Banyuasin – Suasana haru serta khidmat mewarnai jalannya pengambilan sumpah janji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Banyuasin yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Banyuasin, Rabu (14/5).

Bupati Banyuasin secara langsung melantik 4.552 orang PPPK dan CPNS Kabupaten Banyuasin tersebut. Jumlah ini merupakan jumlah terbanyak kedua di Provinsi Sumatera Selatan setelah Kabupaten Muba.

Dalam arahannya Bupati Banyuasin H Askolani mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK dan CPNS yang baru diambil sumpah janji serta menerima SK. Hari ini adalah titik awal penantian yang telah ditunggu-tunggu selama ini.

Lanjut Bupati Askolani, diman hal ini bersamaan dengan diangkatnya bapak/ ibu sebagai CPNS dan PPPK akan berdampak pada kesejahteraan serta karir kepegawaian dimasa mendatang

“Pada kesempatan ini saya akan memberikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN tentunya momentum ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi Bapak/Ibu sekalian,” ungkap Askolani.

Askolani berharap para pegawai baru yang dilantik dapat menunjukkan kinerja terbaik dan bekerja secara maksimal sesuai tugas pokok masing-masing.

“Maka dari itu saya Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin akan memimpin 5 tahun kedepan kami mohon kerjasama dengan cara bekerja dengan disiplin waktu, disiplin berpakaian, disiplin bekerja, dan disiplin kepatuhan,” pesannya.

Askolani yakin para pegawai yang baru saja dilantik bisa melaksanakan amanah sebagai ASN dan abdi negara serta abdi masyarakat dengan menerapkan konsep berakhlak. “Maka dari itu patut membanggakan Kabupaten Banyuasin melaksanakan pelantikan PPPK yang terbesar ke 2 di Provinsi Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Ir Erwin Ibrahim ST MM MBA IPI ASEAN ENG melaporkan bahwa serangkaian proses seleksi yang panjang untuk CPNS berjumlah 453 orang dan PPPK Tahap l berjumlah 4.099 orang formasi tahun 2024 terdiri dari tenaga teknis, guru, dan tenaga kesehatan.

“Capaian negara akan berhasil jika didukung ASN yang memiliki konsep dan karakter yang kuat jangan hanya menjadi pegawai tapi jadilah pelayan publik yang andal,” ujarnya. (Adm)