Dukung Pertanian, Pemdes Pulau Rajak Bangun Jalan Usaha Tani

Banyuasin207 Dilihat

Banyuasin – Pemerintahan Desa (Pemdes) Pulau Rajak, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel, tengah mengoptimalkan peningkatan sektor pertanian melalui pembangunan jalan usaha tani (JUT).

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Pulau Rajak Sarjoni, saat meresmikan 100% pengerjaan jalan tersebut bersama Pj Camat Betung Dino Suryadinata SH, PLD Desa Pulau Rajak, dan Ketua beserta Anggota BPD Pulau Rajak, Sabtu (16/11).

Menurut Sarjoni, infrastruktur jalan usaha tani yang memadai merupakan salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan pertanian yang semakin maju dan handal.

Oleh karenanya usulan masyarakat Desa Pulau Rajak untuk pembangunan jalan usaha tani telah diakomodir dan direalisasikan pembangunannya saat ini dengan melakukan pengerasan dengan batu pecah.

Anggaran pembiayaannya bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp. 127.704.000,00. Jenis kegiatannya adalah Pembangunan Jalan Usaha Tani tersebut pembentukan badan jalan dan pengerasan batu pecah, dengan volume 304 M X 4 M X 0,10 M.

Dikatakan Kades Sarjoni, mayoritas masyarakat Desa Pulau Rajak yang mayoritas petani karet ini yang kesehariannya memanfaatkan akses jalan tersebut menuju lahan pertanian dan kebun.

“Perbaikan dan pembangunan jalan ini, sebagai upaya untuk mendorong peningkatan perekonomian warga pada sektor pertanian dan kebun,”kata Kades Sarjoni, saat dibincangi aksaranews.co disela – sela kegiatannya saat meresmikan jalan tersebut yang pengerjaannya telah selesai 100%.

Menurut Kades Sarjoni, bahwa pada kegiatan Sub Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, terdapat juga pemeliharaan dan rehabilitasi jalan desa dan saluran parit jalan.

Warga Desa Pulau Rajak mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan desa yang memprioritaskan pembangunan jalan usaha tani ini. Apalagi jalan ini akses penting bagi petani untuk menuju ke kebun.

“Setelah pembangunan jalan rampung, kami meyakini bahwa sektor pertanian dan kebun akan semakin meningkat, sebab akan dapat dilintasi oleh kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4 saat mengangkut hasil tani dan kebun di daerah ini,”ucap salah seorang warga setempat. (Adm).