Atasi Aliran Air Limbah Rumah Tangga Warga Mengalir Kejalan, Pemdes Rimba Terab Bangun Siring Jalan

Banyuasin1219 Dilihat

Banyuasin – Meningkatkan pembangunan fisik jalan dan siring, tak hanya memperlancar aktivitas hilir mudik warga, akses yang dibangun juga bisa mengindari air hujan yang meluap ke badan jalan.

Untuk mengindari hal tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Rimba Terab Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, membangun Siring jalan sepanjang 90 meter yang berlokasi di RT 03 dusun I.

Kades Rimba Terab Abdul Hakim mengatakan, pembangunan Siring jalan ini sepanjang 90 meter yang realisasinya dari Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2024 dan kini pengerjaannya telah rampung 100 persen.

Kades Rimba Terab Abdul Hakim berujar, pembangunan Siring jalan ini berdasarkan hasil Musyawarah desa (Musdes) dan memang masuk skala prioritas mengingat di wilayah RT 03 tersebut air limbah rumah tangga warga mengalir ke badan jalan.

“Pembangunan siring ini untuk mengatasi genangan air baik itu di saat hujan, maupun genangan air dari limbah rumah tangga warga yang mengalir ke badan jalan dan tentunya menimbulkan aroma yang dak sedap,” ungkap Kades Abdul Hakim saat dikonfirmasi, Kamis (4/7).

Menurut Abdul Hakim, saluran air limbah sangat penting untuk direncanakan dalam utilitas tempat tinggal. Bukan hanya karena perannya yang vital dalam menyalurkan benda atau zat yang tidak dibutuhkan oleh pengguna tempat tinggal, serta bahkan bahan-bahan yang beracun.

“Saluran limbah sering merupakan saluran yang pertama harus dibuat secara fisik ketika bangunan mulai didirikan. Pengaruhnya sangat nampak jelas, misalnya pada peletakannya yang tidak boleh berdekatan atau saling mengganggu dengan saluran air minum/air bersih lainnya,”ungkap dia.

Dikatakan dia, saluran pembuangan air limbah adalah perlengkapan pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun selainnya yang dipergunakan untuk membantu air buangan dari sumbernya sampai ke tempat pengelolaan atau ke tempat pembuangan.

“Fungsi saluran pembuangan air limbah merupakan sarana berupa tanah galian atau pipa dari semen atau pralon. Namun kita membangun dengan galian tanah yang dipasang batu bata dan semen yang berfungsi untuk membuang air cucian, air bekas mandi, air kotor/bekas lainnya,” terang dia.

Perlu diketahui bahwa kondisi sebelum dilakukan pembangunan Siring tersebut, air limbah ataupun air hujan mengalir tak beraturan ke jalan lingkungan yang membuat lingkungan sekitar menjadi becek, kumuh dan menimbulkan banyak genangan.

“Haran kami dengan telah rampungnya pembangunan Siring jalan ini air limbah rumah tangga warga tidak lagi mengalir ke badan jalan dan begitu juga bila hujan turun air hujan juga tidak tergenang di badan jalan,” pungkas dia. (Adm)