Pemerintah Desa Meranti Serius Mencegah Stunting

Banyuasin840 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Desa (Pemdes) Meranti Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, serius dalam melakukan pencegahan stunting.

Hal tersebut dengan melakukan
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, dan Balita usia 6 bulan – 5 tahun.

Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, dan balita usia 6 bulan – 5 tahun ini dilaksankan Pemerintah Desa Meranti dalam kegiatan Posyandu bertempat di Gedung Keserasian Sosial Desa Meranti Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, Minggu (21/4).

Hadir dalam kegiatan Posyandu tersebut, kader-kader Posyandu, Ketua TP PKK Desa Meranti Miza Umami Am. Kep, Bidan Desa, Anggota-anggota PAAR, Puskesmas Suak Tapeh, Korlap KB dan Tim Suak Tapeh. Tampak Kades Meranti Paidun SPd juga hadir langsung, Babinsa Serka Azuari, untuk memberikan penyuluhan hukum, terkait KDRT.

Kades Meranti Paidun SPd saat dibincangi disela – sela kegiatan tersebut mengatakan, bahwa Pemerintah Desa Meranti serius mencegah stunting. Untuk itu dalam kegiatan Posyandu Pemerintah Desa Meranti membagi kan, susu biskuit dan makan tambahan lainnya untuk peserta Posyandu.

“Memperhatikan pemenuhan asupan gizi terhadap ibu hamil sangat di perlukan karena pencegahan stunting di mulai sejak 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dilanjutkan dengan pemberian ASI dan PMT pada balita,”ujar Kades Paidun.

Lanjut Paidun, untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan, Desa Meranti bersama Bidan Desa, Tim Kecamatan, Posyandu, Babinsa, Ibu PKK dan yang lainnya melakukan Pemberian Makanan Tambahan bagi anak usia 6 bulan -5 tahun dengan klasifikasi gizi kurang dan gizi buruk.

Pemberian Makanan Tambahan sejalan dengan program Bupati Banyuasin dalam mencegah stunting. Untuk itu, pentingnya sinergi bersama seluruh pihak baik Pemerintah, lembaga masyarakat, hingga masyarakat luas dalam memenuhi gizi anak.

“Dan mencegah stunting, mengingat anak adalah harapan bangsa dan tanggungjawab bersama. Masalah stunting pada Balita secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Oleh sebab itu kami pemerintah desa, membantu mencukupi kebutuhan gizi warga, khususnya Balita,” jelas dia.

Sementara itu Ketua TP PKK Desa Meranti Miza Umami Am.Kep berujar,
dengan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan untuk ibu hamil dan balita ini, diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga pola gizi seimbang untuk ibu hamil dan anak Balita dalam pencegahan stunting.

Selain itu kata Miza Umami, rutin memeriksakan kehamilan sejak awal dan memantau tumbuh kembang balita di Posyandu melalui KMS juga sangat diperlukan agar kita bisa memantau perkembangan bayi dan balita setiap bulan nya.

“Pencegahan dan penyelesaian masalah stunting juga tidak terlepas dari konsumsi nutrisi yang diantaranya berupa ASI eksklusif untuk anak berusia 0-6 bulan, serta makanan pendamping ASI untuk anak usia 6 bulan-2 tahun dan Pemberian Makanan Tambahan bagi anak dengan makanan keluarga,”ungkap dia.

“Selain Pemberian Makanan Tambahan perlu alternatif yaitu penyediaan PMT secara mandiri yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah namun tetap memenuhi gizi. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di Desa untuk diolah menjadi PMT,” ucap dia. (Adm)