Kapolres Banyuasin Ingatkan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Banyuasin1585 Dilihat

Banyuasin, AksaraNews – Kabupaten Banyuasin ditinjau dari aspek geografis memiliki potensi rentan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Lahan tersebut berada di wilayah perairan termasuk di wilayah daratan.

Maka itu Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK berharap pada semua pihak untuk mewaspadai dengan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dan hal ini harus diupayakan dengan maksimal dalam menanggulanginya.

Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra mengatakan, saat ini berada pada musim kemarau yang diprediksi akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya, hal ini berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres menegaskan, bencana kebakaran hutan dan lahan tidak diharapkan terjadi, namun harus tetap siap siaga dan selalu waspada apabila sewaktu-waktu terjadi sudah siap dalam penanganan.

Diutarakan Kapolres, penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya tugas pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, SAR, maupun instansi terkait semata. “Namun, semua pihak harus menyadari tanggap bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap dia.

Kapolres berujar, bahwa pihaknya akan selalu mengecek kesiapan para personil dan stakeholder lainnya guna mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing, sehingga dapat mensinergikan, serta saling mengisi kekurangan, untuk menjadi kekuatan yang solid guna tugas kemanusiaan tanggap bencana.

“Apabila perencanaan dan penanganan bencana telah tersusun dengan baik, maka tindakan operasional pada saat terjadi bencana dapat dilaksanakan dengan segera dan dapat tertangani dengan baik,” jelas dia.

Kapolres menerangkan, beberapa poin penting dalam menanggulangi karhutla yaitu memprioritaskan pencegahan melalui hotspot dan gencar melakukan patroli, serta edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu lanjut Kapolres, pentingnya memberikan edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat, terutama di masyarakat yang kecenderungan ada peningkatan hotspot.

Selain itu, diharapkan semua pihak mencari solusi untuk menangani dengan mengajak tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan, juga dampak ekonomi yang tidak kecil.

Kapolres juga mengingatkan, bila ada titik api sekecil apapun untuk tidak dibiarkan, sebab bisa membesar. “Diperlukan penegakan hukum, bila ada yang dengan sengaja melakukan pembakaran, baik untuk kepentingan pribadi, maupun kelompok,” tegas dia.

Ia berharap, pada tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan di wilayah Banyuasin..”Komponen masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kepekaan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas, serta pahami tugas pokok dan peran masing-masing,” beber dia.

Kemudian memprioritaskan upaya pencegahan, karena melalui pemberian danKapolres Banyuasin Ingatkan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

BANYUASIN — Kabupaten Banyuasin ditinjau dari aspek geografis memiliki potensi rentan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Lahan tersebut berada di wilayah perairan termasuk di wilayah daratan.

Maka itu Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK berharap pada semua pihak untuk mewaspadai dengan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dan hal ini harus diupayakan dengan maksimal dalam menanggulanginya.

Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra mengatakan, saat ini berada pada musim kemarau yang diprediksi akan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya, hal ini berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres menegaskan, bencana kebakaran hutan dan lahan tidak diharapkan terjadi, namun harus tetap siap siaga dan selalu waspada apabila sewaktu-waktu terjadi sudah siap dalam penanganan.

Diutarakan Kapolres, penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya tugas pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, SAR, maupun instansi terkait semata. “Namun, semua pihak harus menyadari tanggap bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab bersama,” ungkap dia.

Kapolres berujar, bahwa pihaknya akan selalu mengecek kesiapan para personil dan stakeholder lainnya guna mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing, sehingga dapat mensinergikan, serta saling mengisi kekurangan, untuk menjadi kekuatan yang solid guna tugas kemanusiaan tanggap bencana.

“Apabila perencanaan dan penanganan bencana telah tersusun dengan baik, maka tindakan operasional pada saat terjadi bencana dapat dilaksanakan dengan segera dan dapat tertangani dengan baik,” jelas dia.

Kapolres menerangkan, beberapa poin penting dalam menanggulangi karhutla yaitu memprioritaskan pencegahan melalui hotspot dan gencar melakukan patroli, serta edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu lanjut Kapolres, pentingnya memberikan edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat, terutama di masyarakat yang kecenderungan ada peningkatan hotspot.

Selain itu, diharapkan semua pihak mencari solusi untuk menangani dengan mengajak tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan, juga dampak ekonomi yang tidak kecil.

Kapolres juga mengingatkan, bila ada titik api sekecil apapun untuk tidak dibiarkan, sebab bisa membesar. “Diperlukan penegakan hukum, bila ada yang dengan sengaja melakukan pembakaran, baik untuk kepentingan pribadi, maupun kelompok,” tegas dia.

Ia berharap, pada tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan di wilayah Banyuasin..”Komponen masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kepekaan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dalam pelaksanaan tugas, serta pahami tugas pokok dan peran masing-masing,” beber dia.

Kemudian memprioritaskan upaya pencegahan, karena melalui pemberian sosialisasi dan edukasi secara terus-menerus kepada masyarakat dengan pemberdayaan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa, serta pelibatan masyarakat, dan para tokoh masyarakat.

“Bangun posko terpadu, serta laksanakan manajemen lapangan yang saling bersinergi dan terorganisir dengan baik, serta tidak bekerja sendiri-sendiri.
Penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga dapat dengan cepat mencegah timbulnya titik api yang baru,”imbuh dia.

“Manfaatkan teknologi untuk melakukan pemetaan dan monitoring di area rawan terjadinya karhutla. Pihak kami telah melakukan pemetaan lahan yang rawan karhutla,” pungkas dia. (Adm) edukasi secara terus-menerus kepada masyarakat dengan pemberdayaan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan kepala desa, serta pelibatan masyarakat, dan para tokoh masyarakat.

“Bangun posko terpadu, serta laksanakan manajemen lapangan yang saling bersinergi dan terorganisir dengan baik, serta tidak bekerja sendiri-sendiri.
Penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga dapat dengan cepat mencegah timbulnya titik api yang baru,”imbuh dia.

“Manfaatkan teknologi untuk melakukan pemetaan dan monitoring di area rawan terjadinya karhutla. Pihak kami telah melakukan pemetaan lahan yang rawan karhutla,” pungkas dia. (Adm)