Mohon Hujan di Tengah Kemarau, Warga Sungai Dua Gelar Shalat Istisqa

Banyuasin44 Dilihat

Banyuasin – Di tengah kondisi kemarau dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyuasin, masyarakat Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, bersama unsur pemerintah dan TNI-Polri melaksanakan Shalat Istisqa atau salat memohon hujan, Senin (31/8).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Sungai Dua tersebut dimulai sekitar pukul 07.30 WIB hingga 09.00 WIB dan diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur Forkopimcam Rambutan, personel Polsek Rambutan, BKO Brimob Polda Sumsel, TNI, pemerintah desa, perusahaan, pelajar, santri hingga masyarakat setempat.

Shalat Istisqa dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB secara berjamaah dengan Imam Kepala KUA Kecamatan Rambutan H. Saibi SAg MSi, sementara Camat Rambutan Mursal Marsup SHI MSi bertindak sebagai khatib.

Sebelum pelaksanaan salat, Kapolsek Rambutan Iptu Harmoko SH MH memberikan sambutan sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino SIK MSi melalui Kasi Humas Polres Banyuasin Iptu Abu Bakar SH menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Shalat Istisqa yang menjadi bentuk ikhtiar bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan.

“Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama di tengah kondisi kemarau. Kami berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu masyarakat dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kasi Humas.

Selain menjadi momentum untuk memanjatkan doa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, pelajar serta masyarakat.

Polres Banyuasin juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, sekecil apa pun sumber api dapat berpotensi menimbulkan kebakaran. Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Pelaksanaan Shalat Istisqa berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ikhtiar bersama sekaligus pengingat pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi alam selama musim kemarau. (Adm)