Pemdes Sedang Gelar Musyawarah Rembuk Stunting Untuk Percepatan Penurunan Angka Stunting

Banyuasin92 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Desa Sedang menggelar kegiatan Musyawarah Rembuk Stunting sebagai langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa yang berlangsung pada Kamis (17/9) di Kantor Desa Sedang, Kecamatan Suak Tapeh.

Hadir langsung, Kepala Desa Sedang
H Iwan Suparmadi SKM, Ketua BPD Suparman beserta anggota, Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi SE MSi diwakili Sekcam Arwin Saleh SIP MSi, Kepala UPT Puskesmas Suak Tapeh Hj Trisnasari SKM MKes.

Babinsa Desa Sedang, Pendamping
Desa Suak Tapeh Fabri Wansyah ST, Perangkat Desa Sedang, Bidan Desa, Kader PKK, Kader KPM, Kader Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Desa Sedang H Iwan Suparmadi dalam sambutannya menyampaikan
Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah yang bertujuan untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Sedang.

“Rembuk Stunting adalah forum musyawarah strategis tingkat desa untuk memetakan masalah kesehatan gizi dan menyepakati program prioritas pencegahan stunting yang diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2027,” ungkap H Iwan Suparmadi.

Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Dan ia menyebut bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemerintah Desa Sedang telah mengalokasikan Dana Desa (DD) khusus untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita dan operasional Posyandu.

Kesempatan yang sama mewakili Camat Suak Tapeh, Sekcam Arwin Saleh SIP MSi memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah cepat dan keterbukaan anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sedang. Arwin Saleh menekankan pentingnya sinergi dan validitas data agar program pemulihan tepat sasaran.

Sementara Itu, Kepala UPT Puskesmas Suak Tapeh Hj Trisnasari SKM MKes memaparkan peran keluarga dalam penanganan Stunting dan Gizi Buruk. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pola asuh, ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga, serta pemanfaatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah kunci utama mencegah terjadinya kondisi stunting pada anak.

Melalui kegiatan ini, peserta melakukan pembahasan mengenai kondisi stunting di desa, faktor-faktor penyebab, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh partisipasi dari seluruh peserta.

Pemerintah Desa Sedang berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dapat terus terjalin guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (Adm)