Perkuat Strategi Pencegahan dan Penanganan Karhutla, Bupati Askolani Terima Audiensi Siswa Pasis Seskoad

Banyuasin32 Dilihat

Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH didampingi Sekretaris Daerah Ir Erwin Ibrahim ST MM MBA IPU ASEAN Eng, menerima audiensi sekaligus silaturahmi dari rombongan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) LXVlll TNI Penyuluh Tahun 2026.

Audensi ini dalam rangka membahas penguatan kompetensi, strategi pencegahan, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banyuasin, yang berlangsung di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Kamis (3/9).

Audiensi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pasis dalam menggali berbagai informasi dan masukan yang dibutuhkan untuk mendukung penyempurnaan tesis. Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin turut memberikan gambaran terkait kondisi, potensi, serta berbagai dinamika pembangunan yang ada di daerah.

Bupati Askolani menyambut baik kedatangan para Pasis Seskoad dan mengapresiasi pelaksanaan audiensi tersebut dan berterima kasih atas kunjungan serta kolaborasi yang dilakukan oleh para siswa Seskoad. Ia berharap diskusi tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam memperkuat mitigasi dan penanganan Karhutla

“Terima kasih atas kolaborasinya. Kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan, terutama terkait apa saja yang diperlukan dan dukungan seperti apa yang bisa diberikan pemerintah daerah. Pemerintah daerah akan terus memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak dalam menangani Karhutla,” ujar Bupati.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk bertukar informasi sekaligus mempererat komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan jajaran TNI, sehingga nantinya dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran.

“Semoga hubungan dan sinergi yang telah terjalin bersama TNI dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung terciptanya daerah yang aman, kondusif serta pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu Pemkab Banyuasin telah berupaya dalam penanggulangan karhutla dengan membentuk 4 posko terpadu di 4 kecamatan rawan karhutla dengan durasi 2 bulan di Agustus dan September di antara nya Rantau Bayur, Banyuasin lll, Sembawa, Suak Tapeh,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Seskoad Kolonel Inf Sapta Budi Purnama menjelaskan fokus utama dalam audiensi ini adalah mendiskusikan upaya kolaboratif dan strategi komprehensif terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banyuasin untuk saat ini yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem.

Kegiatan ini juga buat bekal pasis ketika menjabat unsur pimpinan bina kesatuan yang berkaitan dengan kebakaran hutan.
“Melalui kunjungan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Pemkab Kampar dan Seskoad, serta menghasilkan masukan-masukan konstruktif bagi penguatan kapasitas daerah dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla secara berkelanjutan,” ungkapnya. (Adm)