Salurkan BLT DD 2026, Ini Penjelasan Kades Bengkuang Ahmad Hazairin

Banyuasin253 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Desa (Pemdes) Bengkuang, Kecamatan Suak Tapeh, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama, periode bulan Januari, Maret April, Tahun Anggaran 2026.

BLT DD Ini disalurkan pada Selasa
(21/4) di Kantor Desa Bengkuang yang dibuka langsung oleh Kades Bengkuang Ahmad Hazairin. BLT DD ini disalurkan kepada 8 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan hasil Musyawarah desa (Musdes).

Dalam sambutannya, Kades Bengkuang Ahmad Hazairin mengimbau kepada para penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan yang diterima secara bijak dan tepat sasaran. Dan
pergunakanlah sebaik – baiknya untuk membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak miskin ekstrem

“Harapan saya, bantuan BLT DD ini
dapat dimanfaatkan sesuai tujuan pengalokasiannya, yakni membantu meringankan beban masyarakat yang memang benar – benar miskin ekstrem,” ujar Kades Ahmad Hazairin.

Ia juga menegaskan bahwa penyaluran BLT DD ini merupakan tahap pertama pada Tahun Anggaran 2026 dan tahun ini ada pengurangan KPM yang hanya diberikan kepada 8 KPM.“Alhamdulillah, penyaluran berjalan dengan tertib, aman, dan tanpa kendala,” jelasnya.

Namun demikian, pemerintah desa mencatat penurunan drastis jumlah penerima. Jika pada tahun sebelumnya terdapat 40 KPM, maka pada tahun ini hanya 8 KPM tercatat sebagai penerima BLT DD 2026. Perubahan ini langsung memicu perhatian masyarakat, terutama karena bantuan tersebut menjadi salah satu penopang kebutuhan dasar warga kurang mampu.

Kades Ahmad Hazairin menjelaskan bahwa penurunan jumlah penerima tidak terjadi tanpa alasan. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa mengikuti kebijakan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, desa harus menyesuaikan alokasi bantuan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Pemerintah desa tidak mengurangi secara sepihak. Sebaliknya, kami mengikuti kebijakan pusat yang memangkas anggaran. Namun kami menekankan dan tetap berupaya menjaga agar bantuan tepat sasaran meskipun jumlahnya terbatas,” ungkapnya.

Di sisi lain, penyesuaian anggaran ini langsung berdampak pada distribusi BLT DD 2026 di tingkat desa. Pemerintah desa harus melakukan verifikasi ulang data penerima agar bantuan benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan. Dengan demikian, meskipun jumlah penerima menurun, kualitas penyaluran diharapkan meningkat.

Selanjutnya, Kades Ahmad Hazairin
meminta para KPM memprioritaskan kebutuhan pokok, seperti bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Menurut dia, bantuan tersebut memang tidak besar, tetapi tetap dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

Selain kepala desa, Ketua BPD Yahya bersama anggotanya juga menghadiri kegiatan tersebut. Mereka mengawasi jalannya penyaluran sekaligus memastikan proses berlangsung transparan dan akuntabel. Kehadiran mereka memperkuat kepercayaan publik terhadap mekanisme distribusi bantuan.

Kades Ahmad Hazairin menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dalam setiap tahapan penyaluran BLT DD 2026. Aparat desa secara aktif melibatkan berbagai unsur, termasuk BPD dan aparat keamanan, guna menghindari potensi penyimpangan.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah pusat dapat kembali menambah alokasi anggaran pada masa mendatang. Mereka menilai bantuan langsung tunai masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Penyaluran bantuan tahun ini memang menunjukkan penurunan dari sisi jumlah penerima dan nominal. Namun demikian, pemerintah desa berupaya menjaga kualitas distribusi agar tetap tepat sasaran. Dengan langkah tersebut, BLT DD 2026 diharapkan tetap memberikan dampak positif, meskipun dalam keterbatasan anggaran. (Adm)