Bupati Askolani Koordinasi Dengan Kementrian Perhubungan RI Bahas Pelabuhan Tanjung Carat dan Bio Avtur

Banyuasin22 Dilihat

Banyuasin – Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH melakukan silahturahmi dan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI terkait dengan adanya pembangunan Dermaga Internasional Tanjung Carat di Wilayah Kabupaten Banyuasin.

Tak hanya itu, Bupati Banyuasin juga melakukan koordinasi terkait dengan adanya pembangun Pabrik Bio Avtur Bahan Bakar Pesawat Terbang yang telah dilakukan groudbreaking beberapa waktu yang lalu. Silaturahmi ini berlangsung di Ruang Holding Kementerian Perhubungan, Kamis (16/4).

Silahturahmi dan Koordinasi antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Perhubungan RI tersebut merupakan wujud dari komitmen untuk menciptakan adanya lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian daerah, sekaligus meningkatkan ekosistem hijau yang terbaharukan.

Pada kesempatan ini, Bupati Banyuasin langsung disambut hangat oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi serta didampingi oleh Kepala Perangkat Daerah Banyuasin, Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin Dr dr Rini Pratiwi MKes FISQua.

Juga turut mendampingi Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin Ir Zakirin SE MM CGCAE, Kepala Dinas PUPR Banyuasin Ir H Mohd Riyan A. SST MM IPM ASEAN Eng, Kepala DPMPTSP, Rayan Noerdinsyah S.STP MSi., dan turut hadir pihak dari PT. Green Power Palembang.

Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan pelabuhan tersebut. Ia optimistis proyek ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Banyuasin.

Selain itu, kerjasama dengan PT. Green Power Palembang terkait dengan bahan bakar bio avtur pesawat terbang, merupakan kunci dari energi merupakan langkah konkret dalam mendukung transisi energi menuju energi bersih dan ramah lingkungan.

Pengembangan bio avtur sebagai bahan bakar pesawat berbasis bahan kelapa dinilai memiliki prospek besar, tidak hanya dalam mendukung industri penerbangan yang lebih hijau, tetapi juga dalam menciptakan rantai ekonomi baru berbasis sumber daya lokal. (Adm)