Kades Pagar Bulan Kurniadi,Pimpin Langsung Acara Sedekah Pedusunan Sambut Bulan Suci Ramadhan

Banyuasin451 Dilihat

Banyuasin – Masyarakat Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, menggelar acara Sedekah Pedusunan untuk menyambut bulan suci ramadhan yang berlangsung di Masjid Jami’al Huda, Desa Pagar Bulan, Rabu (11/3) pukul 12.30. WIB.

Acara adat yang tetap lestari meskipun sudah zaman milenial dan modern ini dipimpin langsung oleh Kades Pagar Bulan Kurnaidi, dan dihadiri Ketua BPD Pagar Bulan Kurnadi beserta anggota,
jajaran perangkat desa, Ketua Adat Pagar Bulan serta seluruh unsur masyarakat Desa Pagar Bulan.

Acara ini sangat antusias disambut masyarakat, hal ini bisa dilihat dari masyarakat yang berbondong-bondong mengikuti acara rutin tahunan yang dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi,dan menyambut bulan suci Ramadhan tersebut.

Kades Pagar Bulan Kurnaidi mengatakan sedekah pedusunan ini setiap tahun rutin diadakan dan akan terus dijaga serta dilestarikan. Karena ini manfaatnya sangat baik dalam menjaga kebersamaan.

“Apalagi di zaman modern ini, adat yang masih bisa bertahan itu sudah sangat sedikit sekali, maka adat sedekah pedusunan ini harus terus dilestarikan sampai kapanpun,” ungkap Kades Kurnaidi

Ia juga mengungkapkan bahwa acara sedekah pedusunan ini merupakan adat leluhur yang tetap lestari karena memiliki makna yang sangat baik yakni mewujudkan rasa duka cita dalam menyambut bulan ramadhan dan tentunya untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.

“Didalam acara sedekah pedusunan ini juga ada bacaan dan doa sehingga diharapkan dalam menjalankan puasa ada keberkahan dan kemudahan,” katanya seraya menyebut sedekah pedusunan ini juga sebagai bentuk kearifan lokal yang melestarikan adat istiadat leluhur.

Tradisi ini umumnya dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi dan panen yang melimpah, sekaligus permohonan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar desa terhindar dari marabahaya.

Sementara itu, Ketua BPD Pagar Bulan Kurnaidi mengatakan bahwa acara adat Sedekah pedusunan ini digelar setiap tahun menyambut bulan ramadhan. Dimana masyarakat membawa rantang khas desa dengan berisikan nasi gemuk dengan telor, serta makanan pendukung lainnya yang nantinya akan dimakan secara bersama-sama.

Selain itu, kata dia, menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, Masyarakat juga melakukan tradisi mengambil Air Keramas. Bagi Masyarakat, Ramadhan merupakan bulan yang suci dimana mereka harus bertaubat sekaligus berharap keselamatan dan mendapat berkah.

Acara ditutup dengan makan bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Sedekah Pedusunan kini tidak hanya sekadar ritual, melainkan momentum penting untuk memperkuat jati diri dan persatuan masyarakat desa. (Adm)