Wabup Netta: FKUB Miliki Peran Penting Jaga Zero Konflik Antar Agama

Banyuasin426 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus melakukan penguatan disetiap aspek dan pelayanan kepada masyarakat melalui penjagaan kerukunan antar umat beragama dengan melakukan Kunjungan Kerja Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuasin ke FKUB Pangkal Pinang, Jum’at (24/10).

Dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian SP didampingi oleh Plt. Kepala Kesbangpol Banyuasin, Aminuddin SPd SIP MSi, menjelaskan bahwa di Kabupaten Banyuasin ada 6 agama dengan jumlah pemeluknya.

Data di tahun 2025 meliputi; Islam berjumlah 871.571 jiwa, Kristen berjumlah 8.825 jiwa, Katolik berjumlah 1.921 jiwa, Hindu berjumlah 3.988 jiwa, Budha berjumlah 2.012 jiwa dan agama Khong Fu Cu berjumlah 7 jiwa.

Dengan jumlah rumah ibadah Masjid 1.230 unit, Mushalla 1.039 unit, Gereja Kristen 39 unit, Gereja Katolik 20 unit, Pure 17 unit dan Vihara 4 unit.

Data di atas menggambarkan bahwa peran serta FKUB sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan dalam bingkai perbedaan tetapi tetap utuh dalam bingkai kebhinekaan yang selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Banyuasin di antaranya Banyuasin Relegius. Peran FKUB sangat penting dalam menciptakan zero konflik antar kerukunan agama.

Oleh sebab itu, di Kabupaten Banyuasin dilakukan Program Kerja nyata oleh FKUB yakni; Dialog Tokoh Lintas Agama, Dialog Pemuda Lintas Agama, Monitoring ke Kecamatan/Desa, membentuk Desa dan Kecamatan Sadar Kerukunan.

Kemudian, membentuk FKUB Tingkat Kecamatan, Sosialisasi Implementasi PBM Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri, dan kegiatan Study Literasi/Tiru seperti dilakukan saat ini di Pangkal Pinang.

Hal ini disambut baik oleh Walikota Pangkal Pinang, Prof. Saparudin, Ph. D. Beliau sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Wabup Netta bahwa FKUB perannya sangat krusial dan sangat perlu bagi FKUB menjalin sinergi dengan FKUB lintas daerah agar kerukunan tercapai di seluruh Indonesia.

Kerukunan merupakan kunci utama bagi keamanan negara dan FKUB memiliki peran besar menciptakan kedamaian, penerimaan akan keanekaragaman baik latar belakang agama, budaya dan suku.

“Terima kasih kepada Pemkab Banyuasin yang menilai Kota Pangkal Pinang sebagai tempat bersinergi dan berbagi untuk mencapai keamanan dan kedamaian antar agama. Semoga kunker ini bermanfaat dan memberikan efek besar untuk peran FKUB,” tutup orang nomor satu di Pangkal Pinang ini. (Adm)

BANYUASIN -Dialog Interaktif Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH, bersama Gubernur Sumatera Selatan
Dr H Herman Deru SH MH, serta Bupati Walikota se-Sumatera Selatan dalam “Inovasi Dan Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan” Berlangsung di Hotel Novotel Palembang, Jum”at (24/10).

Dalam dialog ini, Askolani berkomitmen untuk terus melakukan terobosan dalam peningkatan produksi pangan di Kabupaten Banyuasin khususnya dan Sumsel umumnya.

Disampaikannya bahwa saat ini Banyuasin telah menjadi Lumbung Pangan Nomor 2 Nasional dengan dengan produksi padi terbesar di Indonesia sebanyak 1.163.416 ton/GKG.

Ini mengungguli Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat dengan produksi padi sebesar 911.565 ton/GKG dan dibawah Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat dengan produksi padi 1.253.718 ton/GKG.

Untuk luas panen, Kabupaten Banyuasin menjadi nomor 1 terbesar di Indonesia dengan luas panen 228.183 ha diikuti oleh Kabupaten Indramayu seluas 197.335 ha dan Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan seluas 180.696 ha, data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Askolani menambahkan bahwa Sektor Pertanian di Kabupaten Banyuasin memiliki Luas Baku Sawah (LBS) 189.345 ha terdiri dari Luas Sawah Pasang Surut 164.410 ha, Luas Sawah Lebak 23.737 ha, Luas Tambah Tanam 232.979 ha dan Luas Panen 228.183 ha dengan Produksi Padi (GKG) sebanyak 1.163.416 ton dan Produksi Beras sebesar 647.974 ton

“Di Kabupaten Banyuasin semua jenis tumbuhan hidup dan melalui Gerakan Pulauan Bueh, Banyuasin telah berinovasi menanam nanas, tumbuh dan buahnya manis, ada juga kelapa pandan wangi yang ditanam oleh pelaku usaha dan semua tumbuh di Kabupaten Banyuasin,” jelasnya.

“Saya yakin dan percaya Sumatera Selatan mampu mandiri pangan dengan terobosan dan inovasi dilakukan bersama kabupaten kota dan tentu atas dukungan Gubernur Sumatera Selatan Bapak Herman Deru. Banyuasin sendiri siap bersama berbagi dan terus melakukan upaya peningkatan produksi pertanian,” tegasnya.

Sebagai orang nomor satu di Sumatera Selatan, Herman Deru setelah berdialog dan mendengarkan setiap masukan dan pendapat dari seluruh Kabupaten kota se-Sumsel akan berupaya keras mewujudkan Sumsel mandiri pangan.

“Tentu semua ini tidak akan terwujud tanpa semua dukungan dan kontribusi besar serta kerja sama seluruh Kabupaten kota, Bupati dan Walikota di Sumatera Selatan, ” jelasnya.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat melakukan persamaan persepsi guna meningkatkan ketahanan pangan sesuai dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” tutup Hernan Deru. (Adm)