Korlap PLKB Suak Tapeh Dorong Intensifikasi Program Ayah Teladan Indonesia

Banyuasin680 Dilihat

Banyuasin – PLKB Kecamatan Suak Tapeh mendorong intensifikasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, pendampingan remaja, dan pembagian peran domestik.

Program ini guna membentuk generasi berkualitas dan keluarga harmonis, serta mengatasi fenomena fatherless. Hal ini disampaikan Korlap PLKB Kecamatan Suak Tapeh Jhoni SSos, dibincangi aksaranews.co, saat dirinya menghadiri pertemuan Mini Lokakarya Lintas Sektor UPT Puskesmas Suak Tapeh, Kamis (9/10).

Jhoni menuturkan, Program ini fokus pada peran ayah sebagai pendidik, pelindung, dan sahabat bagi anak. Program Ayah Teladan adalah gerakan yang didukung pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan ayah dalam keluarga.

“Fokus utama, penguatan peran
ayah dalam pengasuhan anak sejak
dini, pendampingan remaja, serta berbagi peran di rumah tangga dan tujuannya membangun kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak,” ungkap Jhoni.

Ia menyebut, Program Ayah Teladan menciptakan keluarga yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang.
Dan juga membentuk generasi yang berkualitas, mandiri, dan bertanggung jawab.

“Selain itu, mencegah fenomena “fatherless” atau kurangnya peran ayah dalam keluarga oleh karena itu mengapa program ini penting karena Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pendidik, pelindung, dan sahabat bagi anak,” terang Jhoni.

Dikatakan Jhoni, Kehadiran Ayah
dalam momen-momen yang penting
terhadap anak sangat diharapkan
seperti mengantar sekolah, menciptakan kenangan berharga bagi anak.

Menurut Jhoni, interaksi dan komunikasi anak dengan ayah hal yang perlu seperti
membantu tumbuh kembang anak secara optimal, terutama di masa awal kehidupan (1000 Hari Pertama Kehidupan).

Jhoni jua memaparkan contoh Kegiatan dalam Program Gerakan Ayah Teladan yaitu melibatkan ayah dalam aktivitas bermain dan belajar bersama anak. Dan komunikasi rutin dengan endorong ayah untuk melakukan komunikasi dan obrolan rutin dengan anak.

“Melibatkan dalam Rumah Tangga
yakni mengajak ayah untuk terlibat dalam pekerjaan rumah tangga.
Dan penguatan karakter dengan membangun karakter anak menjadi mandiri, bertanggung jawab, dan optimis.

Jhoni menegaskan, ternyata peran sebagai pengasuh anak dalam rumah tangga tidak hanya bertumpu pada ibu. Peran ayah ditengah-tengah keluarga sebagai pengasuh anak juga sangat penting.

Mengingat belakangan ini banyak anak yang merasa kehilangan sosok seorang ayah dalam tumbuh kembangnya. Sehingga, anak rentan melakukan hal menyimpang, seperti terlibat pergaulan bebas, memakai narkoba dan ikut aksi tawuran.

Fenomena yang sering terlihat, ayah lebih cenderung memfokuskan diri hanya sebagai pencari nafkah dan mengesampingkan perannya yang juga sama dengan ibu dalam hal pengasuhan anak.

“Untuk membuka wawasan para kaum ayah tentang pentingnya peran ayah terhadap tumbuh kembang anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) terus melakukan sosialisasi di berbagai tempat, termasuk instansi Pemerintah,” ungkap Jhoni.

Tujuan program ini kata Jhoni, untuk menanggulangi Fatherless atau kondisi dimana seorang anak merasa tidak memiliki sosok ayah atau tidak merasakan kehadiran figur ayah, baik secara fisik maupun psikis, dalam proses tumbuh kembangnya.

“Kita tahu, kurangnya kasih sayang yang diberikan ayah kepada anak di jaman sekarang ini. Karena ayah fokus mencari nafkah atau pencari rezeki. Jadi pengasuhan anak itu di fokuskan kepada ibu,” kata Jhoni.

“Harapannya adanya program ini, kaum ayah di Indonesia sudah mulai paham bahwa pengasuhan itu bukan hanya diberikan oleh ibu. Karena, ayah dan ibu mempunyai porsi yang sama dalam pengasuhan anak,” tukas Jhoni. (Adm).