Gelar Rembuk Stunting, Kades Galang Tinggi : Harus Adanya Komitmen dan Kerjasama Yang Kuat Dari Semua Pihak

Banyuasin535 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Desa (Pemdes) Galang Tinggi, Kecamatan Banyuasin III, menggelar rembuk stunting yang berlangsung di kantor desa setempat, Kamis (28/8).

Dalam acara ini dihadiri Kepala Desa
Galang Tinggi Mulyadi, Camat Banyuasin III Santo SSos MSi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, bidan desa, Ketua PKK bersama kader PKK serta para kader Posyandu Desa Galang Tinggi.

Kepala Desa Galang Tinggi Mulyadi, dalam sambutannya mengatakan, rembuk stunting adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun sesuai dengan program pemerintah pusat untuk memberikan pembinaan dan penangan terhadap anak stunting.

Menurut, dalam penangan anak stunting ini, yakni peran bidan desa dan Posyandu sangat penting. Sehingga di setiap bulannya diadakan penimbangan anak di Posyandu untuk mengetahui sejauh mana tumbuh perkembangan anak di desanya itu.

“Dalam penanganan stunting peran bidan desa dan Posyandu sangat penting. Makanya setiap bulan diadakan penimbangan anak di Posyandu agar bisa melihat tumbuh perkembangan anak,” kata Kepala Desa Mulyadi.

Harapan Kepala Desa Galang Tinggi Mulyadi, rembuk stunting 2025 adalah terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting melalui kolaborasi aktif seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa.

Ia juga berharap rembuk stunting menghasilkan rencana aksi dan program prioritas konkret yang disepakati bersama, sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga mencegah stunting dapat berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.

Ia ingin memastikan anak-anak di desa tumbuh sehat dan cerdas, menjadi generasi penerus yang berkualitas. “Rembuk stunting harus mampu merumuskan langkah-langkah strategis dan program yang tepat sasaran untuk mengatasi stunting di tingkat desa,” ungkapnya.

“Harus adanya komitmen dan kerja sama yang kuat dari semua pihak, termasuk pemerintah desa, masyarakat, kader kesehatan, PKK, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan, untuk mengatasi masalah ini bersama,” paparnya

Hasil dari rembuk stunting akan digunakan untuk merumuskan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026, agar anggaran dan program desa lebih fokus pada penanganan gizi dan layanan dasar.

Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi, pola asuh yang sehat, serta perilaku hidup sehat guna mencegah stunting.

“Tujuan pelaksanaan rembuk stunting
untuk mengidentifikasi penyebab stunting di desa dan merumuskan solusi yang tepat dan dapat menghasilkan daftar program prioritas yang akan diusulkan ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes),” terangnya.

Selain itu, mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada di desa untuk mendukung program pencegahan dan penanganan stunting. Pencegahan dan Intervensi Terpadu dengan membangun rencana intervensi yang terpadu dan berkelanjutan untuk mencegah dan menangani stunting secara menyeluruh. (Adm)