Pemdes Lubuk Lancang Gelar Musdesus Ketapang, Disepakati Sektor Hewani dan Pertanian

Banyuasin199 Dilihat

Banyuasin – Pemerintah Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membahas program ketahanan pangan (Ketapang) tahun ini di kantor desa setempat, Selasa (20/5).

Musdes ini dihadiri Kades Lubuk Lancang Rusdi Tamrin, Ketua BPD M. Nazir, Pendamping Desa Suak Tapeh Febri Wansyah ST, Babinsa Sertu Adnan, pengurus BUMDes, perangkat desa dan perwakilan masyarakat dari masing – masing RT.

Diskusi berlangsung dinamis dengan mempertimbangkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan program yang bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan lokal.

Kades Lubuk Lancang Rusdi Tamrin,
menyampaikan pentingnya kejelasan pengelola agar program ketahanan pangan berjalan optimal dan tepat sasaran.

“kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pengelolanya harus punya kapasitas dan akuntabilitas,” ujar Rusdi Tamrin.

Program ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama desa untuk menghadapi tantangan ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat. Keputusan akhir terkait pengelola akan ditetapkan setelah mempertimbangkan masukan dari seluruh peserta musyawarah.

“Dengan digelarnya Musdesus ini, Desa Lubuk Lancang menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan warga,” tegas Rusdi Tamrin.

Dalam hal penetapan desa tematik ketahanan pangan di Desa Lubuk Lancang, seperti halnya sudah dibahas dan disepakati bergerak di sektor hewani berupa ternak kambing, Ternak Ayam dan Perkebunan Ubi Tropika.

Pendamping Desa Suak Tapeh Febri Wansyah ST menyampaikan, secara umum, tujuan dari pelaksanaan program ketahanan pangan tingkat desa adalah untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan di tingkat desa,

“Dan tentunya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Hal ini untuk mendorong tercapainya swasembada pangan di desa, dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,”ungkap Febri.

Sementara itu, Ketua BPD Lubuk Lancang M Nazir, menyambut baik adanya program ketahanan pangan ini. Semua pihak harus bekerja sama agar hasil yang dicapai dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Terutama para petani dan pelaku usaha kecil di Desa Lubuk Lancang. Dana Desa (DD) harus benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama,” ujar M Nazir dalam penyampaiannya.

M. Nazir juga mendukung program ini, terutama dalam hal pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan pertanian yang lebih efisien. Dan berharap dengan adanya dukungan ini, hasil pertanian bisa meningkat dan lebih mudah dipasarkan.

Dengan disepakatinya rencana penggunaan Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan, Desa Lubuk Lancang diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan yang tidak hanya mengutamakan hasil pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Musdesus ini menjadi salah satu bukti bahwa dengan kerjasama yang baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait, ketahanan pangan dapat terwujud dan membawa manfaat yang besar bagi desa dan warganya. (Adm).