Kades Ardiansyah Ingatkan BUMDes Karya Bersama Desa Air Senggeris Harus Berinovasi

Banyuasin187 Dilihat

Banyuasin – Terkait dengan Pembahasan Program kegiatan ketahanan pangan, beberapa bulan
yang lalu Pemdes Air Senggeris, Kecamatan Suak Tapeh, telah melaksanakan Musdes khusus.

Hal ini disampaikan oleh Kades Air Senggeris Ardiansyah, saat dibincangi media ini di kantor desa setempat, Rabu (7/6). Dan Musdesus tersebut, kata Ardiansyah, melibatkan BPD, Direktur BUMDes Karya Bersama Desa Air Senggeris.

“Selain itu juga melibatkan Pendamping Desa Kecamatan, PLD Air Senggeris, Perangkat Desa Air Senggeris, ketua RT dan perwakilan masyarkat Desa Air Senggeris dari masing – masing RT,” jelas Kades Ardiansyah dalam keterangannya.

Disampaikannya juga bahwa dalam Musdes khusus tersebut telah di sepakati dimana BUMDes Karya Bersama Desa Air Senggeris untuk tahap awal ini akan fokus dengan usaha ternak ayam KUB dan perkebunan Semangka.

Untuk itu, Ardiansyah mengingatkan kepada pengurus BUMDes Karya Bersama, apabila nanti dana BUMDes telah di transfer ke rekening BUMDes agar kiranya dana tersebut dapat dikelola sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan dan penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ardiansyah, juga menyampaikan,
untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus banyak inovasi. Pengembangan BUMDes ini, dimaksudkan untuk memandirikan dan memperkuat ekonomi desa.

“Ini butuh inovasi dan kreativitas yang tinggi. Kalau desa mau maju maka kedepan BUMDes harus puny aide-ide kreatif untuk mengangkat potensi yang ada di desa. Salah satu upayanya melalui pengembangan BUMDes,” ungkapnya.

“BUMDes harus terus berinovasi agar tetap relevan dan efektif dalam menjalankan usahanya, terutama dalam menghadapi perubahan situasi dan kebutuhan masyarakat desa,” timpalnya.

Menurut Ardiansyah, Inovasi dapat mencakup pengembangan produk atau layanan baru, penggunaan teknologi baru, atau penyesuaian model bisnis yang lebih baik.

Selain itu, Ardiansyah juga memaparkan analisa kelayakan usaha ketahanan pangan, yang mencakup potensi pertanian lokal, penguatan kelompok tani, serta strategi distribusi hasil panen.

Ardiansyah juga menegaskan, analisa kelayakan usaha BUMDes adalah proses penting untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan usaha tersebut.

“Analisa ini mencakup berbagai aspek, seperti aspek pasar, teknis, keuangan, manajemen, dan legalitas, untuk menilai apakah usaha BUMDes layak dijalankan dan memiliki potensi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” terangnya.

Lanjut Ardiansyah, seluruh peserta secara mufakat menyetujui rencana program serta menyatakan komitmen untuk mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan di desa.

“Musdes Khusus ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan Desa Air Senggeris menuju desa mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur BUMDes Karya Bersama Desa Ari Senggeris Suparjo, saat dihubungi menjelaskan, hasil yang disepakati dalam Musyawarah khusus tersebut ternak ayam KUB dan perkebunan semangka.

“Ya atas kesepakatan BUMDes Karya Bersama akan membuka usaha ternak ayam KUB dan sesuai rencana akan membeli bibit ayam KUB sebanyak 1.500.000,00 ekor, juga untuk perkebunan semangka dilahan seluas 1,5 hektare,” terangnya.

Disampaikannya juga bahwa kandang ayam yang akan dibangun nanti di lahan tanah milik desa, sementara untuk perkebunan semangka sementara lahan tanahnya sistim sewa.

Ia juga optimis usaha ini akan berhasil dengan adanya kerja sama yang baik.” Kami optimis akan berhasil dan usaha ini untuk pemasarannya nanti kami akan menghubungi para pengepul,” tutupnya. (Adm).