Bentuk Dukungan Terhadap Guru PAUD dan Guru TPA Beserta Para Kader, Pemdes Biyuku Salurkan Insentif

Banyuasin295 Dilihat

Banyuasin – Penyaluran insentif guru PAUD, TPA dan Kader oleh pemerintah desa (pemdes) merupakan bentuk dukungan dan apresiasi terhadap peran mereka dalam pendidikan dan pengembangan masyarakat, khususnya di bidang agama dan pendidikan anak usia dini.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemdes Biyuku, Kecamatan Suak Tapeh. Dimana sebagai bentuk dukungannya dan apresiasi terhadap peran mereka, Pemdes Biyuku menyalurkan insentif Guru PAUD, Guru TPA, Kader Posyandu, Kader KPM, dan Marbot Masjid.

Penyaluran insentif ini berlangsung di Kantor Desa Biyuku, Rabu (7/5) yang mana Kepala Desa (Kades) Biyuku Pandi Hardiansyah, secara simbolis menyerahkan insentif tersebut kepada salah seorang Marbot Masjid, yang disaksikan oleh perangkat desa.

Kades Biyuku Pandi Hardiansyah, dalam keterangannya mengatakan , insentif ini disalurkan 5 bulan mulai dari bulan Januari, Februari, Maret, April dan Mei, yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran (T.A) 2025.

“Insentif ini bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2025 dan bertujuan untuk meringankan beban ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Kades Pandi Hardiansyah, saat dibincangi media ini.

Pandi sapaan akrabnya juga menyampaikan secara transparan tentang kendala apa yang terjadi, sehingga lambatnya pencairan insentif tersebut. Dan ini turut dimaklumi oleh semuanya, karna setiap Nagari juga mengalami hal demikian.

Dan Pandi juga menyampaikan arahan kepada Guru PAUD dan Guru TPA, agar mulai dari sekarang untuk lebih meningkatkan lagi pembelajaran mengaji terhadap anak – anak TPA di Desa Biyuku.

“Harapannya agar lebih banyak lagi anak -anak Kita di Desa Biyuku ini menjadi penghafal Al-Qur’an, terutama diusia – usia dini. Dan juga bisa siap tampil untuk mengikuti berbagai ajang lomba seperti lomba MTQ dan lainnya,” ucapnya.

Untuk guru PAUD, Pandi mendorong agar guru PAUD memberikan pembelajaran dasar kepada anak – anak tentang etika, sopan dan santun terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

“Dan yang terakhir kepada bidan desa beserta Kader Posyandu dan Kader KPM agar terus mensosialisasikan tentang pencegahan ancaman kesehatan anak – anak salah satunya stunting.

Pemdes Biyuku akan terus mengevaluasi dan berupaya untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan anak – anak Desa Biyuku, terutama infrastruktur yang masih terbilang kurang.

“Tentu juga tidak akan terlepas dari kerja sama kita semua terutama Pemda, DPR RI dan DPRD yang terhormat. Untuk mewujudkan Desa Biyuku yang sehat dan sejahtera,” tutupnya. (Adm).