Polres Banyuasin Siap Jadi Motor Penggerak Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan

Banyuasin252 Dilihat

Banyuasin – Kapolres Banyuasin, AKBP Ruri Prastowo, SH SIK MIK menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mendukung program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia.

Dukungan ini disampaikan Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, Selasa (7/1/).

Dalam rapat tersebut, Kapolres AKBP Ruri mengajak sejumlah pihak, mulai dari perusahaan kehutanan negara, Inhutani, GAPKI, hingga petani swadaya, untuk bergandengan tangan dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

AKBP Ruri Prastowo menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai elemen masyarakat dan sektor terkait untuk merealisasikan program ketahanan pangan dalam waktu secepat mungkin.

“Kami Polres Banyuasin siap menjadi motor penggerak dalam mendukung program ini. Kami berharap seluruh mitra perkebunan dapat bekerja sama dengan baik agar ketahanan pangan bisa tercapai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Kapolres Ruri.

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa Polres Banyuasin akan berperan aktif dalam pengelolaan lahan-lahan yang akan ditanami jagung, khususnya jenis pakan jagung seperti BC.18, BC.23, Pioner 32, dan 88.

“Kabupaten Banyuasin, yang dikenal memiliki luas lahan perkebunan hingga 14.408,31 hektare sesuai data Kementerian Pertanian, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung program ini,”ungkap Ruri.

Hasil panen jagung nantinya jelas Ruri, akan disalurkan ke Badan Usaha Logistik (Bulog), dan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para mitra perkebunan di daerah tersebut.

Rencananya, program ketahanan pangan ini akan diluncurkan di SMKN PP Sembawa, pada kisaran tanggal 15 hingga 20 Januari 2025.

Asisten II Setda Kabupaten Banyuasin H Noor Yosept Zaath ST MT memberikan arahan agar dinas pertanian segera berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang siap menyediakan lahan untuk tumpang sari jagung.

“Kami akan memastikan pelaksanaan penanaman jagung ini sesuai dengan standar teknis yang benar, agar hasilnya optimal dan dapat memenuhi kualitas terbaik,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa program ini bukan hanya seremonial, melainkan harus dapat dilaksanakan secara maksimal. Hasil dari tanaman jagung nantinya akan dibeli oleh Bulog, yang diharapkan dapat membantu mengurangi dampak inflasi,

Terutama yang dipicu oleh ketergantungan pada pakan jagung. Dengan demikian, ketahanan pangan di Kabupaten Banyuasin diharapkan dapat tercapai dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Dengan adanya dukungan dan sinergi antara berbagai pihak, program ketahanan pangan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Banyuasin. (Adm).