Banyuasin – Guna menuntaskan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Desa (Pemdes) Rimba Alai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, terus mengulirkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024.
Kades Rimba Alai Rohmad, mengatakan bahwa Bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2024 kini telah terealisasi sebanyak delapan bulan mulai dari bulan Januari – Agustus.
“Bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa telah kami salurkan kepada 37 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mana masing – masing KPM menerima Rp300.000,00 per bulannya. Dan ini telah direalisasikan sebanyak delapan bulan,” kata Kades Rohmad, Kamis (5/9).
Kades Rohmad menyebut, untuk tahun anggaran 2024, bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa masih tersisa empat bulan yang belum direalisasikan.”Jadi masih tersisa empat bulan yang belum direalisasikan dan Insya Allah untuk bulan September dalam waktu dekat ini akan segera disalurkan,” ungkap dia.
Dikatakan Rohmad, bahwa sejumlah Bantuan Langsung Tunai yang akan cair tahun 2024 ini, salah satunya BLT Dana Desa yang mulai tahun 2024 ini dirubah menjadi BLT Kemiskinan Ekstrem.
“BLT Kemiskinan Ekstrem adalah bantuan yang disalurkan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem,” terang Rohmad.
Rohmad berujar, bahwa dalam mekanisme penyalurannya, BLT Kemiskinan Ekstrem nominalnya Rp 300 ribu/bulan atau Rp 3,6 juta/tahun dengan tahap pencairan 3 bulan sekali.
“Program BLT DD adalah upaya percepatan penuntasan kemiskinan ekstrem sesuai yang instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem,” kata Rohmad
Lebih lanjut Rohmad mengatakan, bahwa ciri-ciri miskin ekstrem dalam kategori pemerintah, yakni yang berpenghasilan di bawah Rp11.633 per hari, Warga yang juga dikategorikan miskin ekstrem yakni lansia.
“Tinggal sendirian, tidak bekerja, difabel, memiliki penyakit kronis atau menahun, rumah tidak layak huni, tidak memiliki fasilitas air bersih dan sanitasi yang memadai serta kondisi lainnya,” jelas dia. (Adm).









