Kecamatan Suak Tapeh Nihil Penderita HIV/AIDS

Banyuasin671 Dilihat

Banyuasin – Jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) dalam satu tahun di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan.

Dilansir dari data BPS Provinsi Sumsel yang dilansir oleh Dinkes Provinsi Sumsel sebanyak 846 orang, Kota Palembang masih di peringkat satu sebagai kasus HIV/AIDS terbanyak.

Terkait hal tersebut, media aksaranews.co mencoba menelusuri perkembangan HIV/AIDS tersebut di Kabupaten Banyuasin, khususnya di Kecamatan Suak Tapeh.

Saat dikonfirmasi Kepala UPT Puskesmas Suak Tapeh Hj Trisna Tari SKM MKes melalui Kepala TU Soliana AM.Keb mengatakan bahwa saat ini di Kecamatan Suak Tapeh belum ada warga yang terkena HIV/AIDS.

“Alhamdulillah dalam wilayah Kecamatan Suak Tapeh di tahun 2024 ini nihil HIV/AIDS, namun pada tahun 2023 ada satu warga Suak Tapeh yang terkena HIV/AIDS namun sudah meninggal,” ujar Soliana.

Dikatakan Soliana, HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga daya tubuh semakin melemah dan rentan diserang berbagai penyakit. HIV yang tidak cepat ditangani akan berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)

“Yang mana kondisi ini merupakan stadium akhir dari infeksi HIV dan tubuh sudah tidak mampu untuk melawan infeksi yang ditimbulkan,” jelas dia.

Penularan penyakit HIV ini bisa dari jarum suntik, hubungan seksual, dan kontak darah dari ibu ke bayi.”Untuk penyembuhan HIV ini belum ada obatnya dan penyakit ini bisa menyerang laki-laki laki dan perempuan,” ungkap dia. (Adm)