Banyuasin – Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK, pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Musi 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan Polres Banyuasin. Apel tersebut bertempat di Lapangan Polres Banyuasin, Senin (4/3) pukul 08.00 WIB.
Hadir Sekda Banyuasin Ir Erwin Ibrahim ST MM MBA IPU Asean Eng, PJU Polres Banyuasin, Pasi Intel Kodim 0430 / Banyuasin, Kadishub Banyuasin, Kasatpol PP Banyuasin, Kadinkes Banyuasin, Kadis PU Bina Marga Banyuasin, KUPTB Bappenda Wilayah Banyuasin I, Pimpinan Jasa Raharja Cab. Lahat.
Kemudian, Rektor Poltek Unsri Kampus Banyuasin, Kepsek SMA N 2 Plus Banyuasin, Kepsek Mts Miftahul Ulum, Pangkalan Balai, Kepsek SDN 41 Plus Banyuasin, Ketua Komunitas Motor Bymax, dan Ketua Komunitas Ojek Gerbang Pemkab Banyuasin
Adapun peserta Apel Gelar Pasukan yakni Kodim 0430 : 30 Personel, Sat Samapta Res Banyuasin sebanyak 30 Personel, Staf Polres Banyuasin sebanyak 30 Personel, Satuan Lalu Lintas sebanyak 30 Personel, Reskrim, Narkoba dan Intelkam sebanyak 30 Personel.
Kemudian, Dinas Perhubungan sebanyak 30 Personel, Sat Pol PP Banyuasin sebanyak 30 Personel, Poltek Unsri Kampus Banyuasin sebanyak 30 Mahasiswa/i, Pelajar SMA sebanyak 30 Siswa/i, Pelajar SMP sebanyak 30 Siswa/i, Pelajar SD sebanyak 30 Siswa/i,
Komunitas Motor sebanyak 20 Orang, dan Komunitas Ojek sebanyak 20 Orang.
Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK membacakan amanat tertulis Kapolda Sumsel mengatakan, pelaksanaan operasi Keselamatan Musi 2024, dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan yang akan berlangsung dari 4 Maret sampai 17 Maret 2024.
Target operasi ini untuk menurunkan titik lokasi tempat sering terjadinya kemacetan lalulintas dan tempat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas baik pejalan kaki,sepeda motor dan pengendara mobil baik angkutan barang ataupun kendaraan pribadi.
“Digelarnya operasi keselamatan ini untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam rangka cipta kondisi menjelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1445 H,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa Putra SIK.
“Target operasi keselamatan 2024, diantaranya R2 dan R4 yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. atau knalpot brong,tidak mengunakan helm standar, berboncengan tiga,tidak mengunakan sabuk keselamatan dan melawan arus,”ujar dia.
Selain itu lanjut dia, Penggunaan sirene rotator atau strobo yang bukan peruntukannya serta TNKB yang tidak sesuai dengan spektek, penggunaan helm SNI, kendaraan over dimensi dan over load. (Adm)















