Satgas Karhutla Polsek Betung Bersama Stakeholder Cek Langsung Titik Hotspot di Desa Sri Kembang

Banyuasin1102 Dilihat

Banyuasin, AksaraNews – Sebagai upaya dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Satgas karhutlabun Polsek Betung Polres Banyuasin bersama stakeholder lainnya selalu siap siaga selama 24 jam.

Hal tersebut untuk mengantisipasi bila terjadi kebakaran hutan dan lahan segera bisa ditindaklanjuti. Seperti halnya saat terpantau adanya titik hotspot di Desa Sri Kembang Kecamatan Betung, sejumlah Satgas Karhutla langsung bergerak cepat menuju lokasi tersebut.

Kapolsek Betung AKP Gunawan Sahferi SH MPd, menegaskan, bahwa pihaknya akan selalu siap siaga 24 jam untuk selalu memantau bila adanya titik hotspot dalam wilayah hukum Polsek Betung.

“Pada Kamis (27/9) kemarin, telah terpantau adanya titik hotspot di Desa Sri Kembang, dan Satgas Karhutlabun bersama stakeholder lainnya langsung kami kerahkan untuk mengecek langsung lokasi tersebut,” kata AKP Gunawan Sahferi, Minggu (1/10).

Dia berujar, bahwa giat pengecekan tersebut merupakan langkah pencegahan dan antisipasi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyusul masuknya musim kemarau di wilayah hukum setempat.

“Langkah awal upaya pencegahan dimulai dari penyebaran maklumat Kapolda Sumsel tentang larangan membakar lahan dan hutan. Termasuk juga meningkatkan patroli ke daerah rawan kebakaran, serta koordinasi kepada pihak terkait,”ungkap dia.

Menurut dia, titik hotspot di wilayah Desa Sri Kembang tersebut berdasarkan pantauan Dashboard, dan Satgas Karhutlabun Polsek Betung bersama
masyarakat peduli api (MPA) bergerak cepat mengecek langsung lokasi tersebut.

“Mereka berangkat menuju lokasi
titik Hotspot di Desa Sri Kembang dengan menempuh perjalanan 50 menit dari posko Karhutla dan diperkirakan luas Lahan 10 hektare dengan lahan yang terbakar 3 hektare,” jelas dia.

Dijelaskannya, bahwa Satgas Karhutlabun Polsek Betung melakukan pemadaman api tersebut dengan penyiraman air dan penyekatan oleh BPBD Banyuasin, DPA, TNI, Polri, MPA, dan RPK PTPN.

Lanjut dia, lahan yang terbakar tersebut jenis tanah rawa, gambut dan kondisi lahan Semak belukar, gelam dan belidang, titik api dan lahan yang terbakar saat ini sudah berhasil dipadamkan.

“Pemadaman dilaksanakan dengan menggunakan 1 unit mobil slip on, 2 unit roda 2,1 unit mesin, 2 buah jet sutter, 2 buah gepyok dan 2 buah garu.Sebagian besar titik api bisa dijangkau untuk dipadamkan,”tutur dia.

Dia menerangkan, dengan kejadian ini pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap pemilik lahan, Kades, saksi – saksi, pemasangan Police Line, amankan BB, tangkap pelaku, dan gelar perkara.

Terkait masalah hambatan dia menyebut kurangnya peralatan khusus yang bisa digunakan oleh anggota dalam melaksanakan cek TKP Kebakaran Hutan dan Lahan, sumber air yang mengering, dan lahan yang bergambut

Pada kesempatan itu juga Satgas Karhutlabun juga melakukan sosialisasi dan penyebaran maklumat larangan melakukan pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Melaksanakan giat Patroli Karhutla dengan pemerintah setempat dalam rangka mengantisipasi tempat – tempat rawan titik api agar tidak terjadinya lagi kebakaran hutan dan lahan.

“Melarang warga membuka hutan dan lahan dengan cara membakar serta, agar warga di musim panas atau kemarau dapat mewaspadai api dan kebakaran hutan dan lahan,” tandas dia.

Dikatakannya juga berdasarkan analisis prakiraan musim kemarau, sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau sendiri terjadi sejak Agustus hingga September ini, sehingga perlu diwaspadai terjadinya karhutla

“Bulan September ini, cuaca untuk wilayah Indonesia masih sangat panas. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab munculnya karhutla. Tentu ini menjadi peringatan kita bersama untuk waspada dan siap siaga akan kejadian karhutla,” imbuh dia.

Dirinya menegaskan upaya mitigasi kebakaran hutan sudah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Beberapa upaya yang dilaksanakan antara lain memetakan wilayah rawan kebakaran untuk ditangani; pengelolaan kawasan hutan dengan membuat ilaran.

Selanjutnya, sekat bakar, sekat kanal, pengembangan hutan kemasyarakatan, pengembangan sistem peringatan dini kebakaran hutan; serta pelatihan penanggulangan bencana bagi masyarakat dan pengembangan inovasi pengendalian karhutla.

“Upaya yang dilakukan tersebut sangat mengurangi potensi kerawanan karhutla dengan kondisi cuaca karena dampak elnino tahun ini. Selain itu, upaya ini juga harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak,”pungkas dia. (Adm)