Banyuasin, Aksara News – Sebelumnya sempat viral di media sosial (Medsos) dimana sorang guru sekolah yang diketahui bernama Juma’atul Hady SPdI bersama rekan guru yang lainnya berjibaku dengan lumpur saat pergi mengajar dan pulang mengajar di sekolah.
Jalan tersebut yang menghubungkan Dusun Pandan Desa Lubuk Lancang dengan Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh. Dari pantauan media ini
ada di dua titik terlihat kerusakannya sangat parah. Hampir seluruh badan jalan berlobang yang cukup dalam dan dipenuhi lumpur.
Saat konfirmasi, Juma’atul Hady ternyata adalah guru Agama di SDN 14 Suak Tapeh. Natul sapaan akrabnya mengaku selama dia mengajar disana yang dirasakannya sama dengan yang dirasakan oleh warga Dusun Pandan dan warga Desa Bengkuang.

Dia menuturkan, akibat akses jalan yang rusak menyulitkan seluruh warga Dusun Pandan dan warga Desa Bengkuang.” Jadi kami ini setiap pergi kesekolah mau mengajar pakai sepatu boot. ” Pengalaman tebalik dari motor dijalan itu jadi hal yang biasa,” ucap dia.
Dia juga menyampaikan harapan warga Dusun Pandan dan warga Desa Bengkuang agar pihak terkait untuk memperhatikan jalan tersebut karena jalan tersebut satu – satunya urat nadi bagi warga Dusun Pandan dan warga Desa Bengkuang.
“Harapan untuk kualitas pendidikan kalau tidak didukung dengan akses jalan yang memadai tentunye akan jadi kendala, karena tak jarang kami kadang tebalik dijalan, jd kalau sampai sekolah badan sdh kotor semua. Terus anak – anak yang SMP dan SMA kadang tak sekolah karena mobil angkutan nya tak bisa lewat,”papar dia.
Terkait permasalahan ini, media ini mencoba mengkonfirmasi pihak PT Kasi Agro Mandiri (KAM) yang berlokasi di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, untuk mempertanyakan sejauh mana kepeduliannya terhadap kerusakan jalan tersebut.
Melalui Humas PT KAM Jauhari SPd mengatakan memang dalam beberapa Minggu ini jalan tersebut sempat lumpuh karena kerusakannya cukup parah, apalagi saat hujan turun, jalan yang berlobang cukup dalam dipenuhi air bercampur lumpur sehingga sangat sulit untuk dilalui kendaraan.
Jauhari juga menyampaikan, saat ini pihak dari PT KAM sangat peduli atas kerusakan jalan tersebut. Oleh karena itu guna memperlancar perputaran ekonomi masyarakat Dusun Pandan Desa Lubuk Lancang menuju Desa Bengkuang maupun sebaliknya, PT KAM melakukan perbaikan jalan selama 2 hari dengan menggunakan Excavator dan Loder.

“Di karenakan oleh faktor alam membuat sebagian titik jalan mengalami kerusakan berat, hingga mencapai batas di luar kemampuan tenaga manusia. Untuk itu Perusahaan PT KAM mengambil langkah kebijakan sekaligus melakukan perbaikan dengan menggunakan alat berat excavator,”jelas Jauhari.
Disini pihaknya bukan cerita soal hitung-hitungan seberapa lamanya alat berat PT KAM melakukan kegiatan perbaikan jalan, apa yang dilakukan semua itu demi kepentingan orang banyak, apalagi terkait dengan permasalahan jalan yang sifatnya sangat begitu urgen.
“Sama-sama kita ketahui bila masuk musim hujan dampak yang sangat begitu nyata dirasakan oleh masyarakat penguna jalan penguhubung Dusun Pandan Desa Lubuk Lancang ke Desa Bengkuang yakni berlumpur dan susah dilalui karena jalan dominan masih tanah,” jelas dia.
Menurut Jauhari, tindakan yang dilakukan juga tidak terlepas dari kerjasama dan komunikasi bersama unsur pemerintah desa setempat. “Jumat kemarin (5/5) hadir juga Kepala Desa Bengkuang Pak Solihan, kemudian unsur masyarakat. “Alhamdulillah semua support dan antusias,”ucap dia.
Sementara Kepala Desa (Kades) Bengkuang Solihan menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang telah support untuk memperbaiki jalan desa tersebut.”Mewakili masyarakat dan Pemerintah desa tentunya kami sangat berterimakasih atas apa yang diberikan oleh perusahaan, terlebih PT KAM yang kami ketahui sangat peduli pada warga masyarakat,”tutur dia.
Ketika ditanya apakah jalan ini pernah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, menurut Solehan, pada pertengahan tahun 2022 jalan ini pernah dibangun cuma hanya sebatas pengerasan.”Memang pernah dibangun, namun pembangunan agregat pengerasan,”ungkap dia.
Lanjut dia, Proyek jalan ini dulu dikerjakan oleh CV. Al- Bashit dengan menelan Anggaran yang cukup vantatis yakni Rp. 3. 967.753.000, namun sayang nya pengerjaannya dinilai terkesan asal – asalan. “Saya sangat menyesalkan Maslah ini, proyek yang menelan Anggaran hampir 4 Miliar rupiah kok malah pengerjaannya terkesan asal- asalan,” cetus dia.
Di utarakan dia, bahwa pengerjaannya pada waktu itu hanya sebatas dikeruk dan diratakan, setelah itu tanah yang masih gembor disiram dengan cairan aspal, ini sama saja bohong karena tidak akan bertahan lama, dan ditambah lagi tidak ada siring jalan.
“Harusnya pengerasan jalan itu setelah dikerok dan diratakan dikasih batu split setelah itu di limpis dengan alat berat bukan seperti ini hanya sebatas dikerok dan diratakan. Jelas ini tidak akan bertahan lama dan ini terbukti. Sedangkan jalan ini urat nadi bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian,” kata dia.
Memang di akuinya, dia sangat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin karena jalan penghubung di dua desa ini ada perbaikan hanya saja tidak sesuai dengan yang diharapkan.”Kedepannya semoga jalan ini bisa dibangun dengan cara di aspal atau cor beton,” tandas dia. (Adm)















