Banyuasin – PLKB Suak Tapeh menekankan Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai kegiatan terintegrasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak, yang bertujuan agar tumbuh kembang balita optimal.
Hal ini disampaikan Korlap PLKB Suak Tapeh Jhoni SSos, saat dibincangi aksaranews.co, Jum’at (31/10). Dikatakannya, BKB berfokus pada penyuluhan dan stimulasi, sementara Posyandu menyediakan layanan kesehatan fisik seperti penimbangan, imunisasi, dan pemantauan perkembangan anak.
“Peran PLKB dalam mengintegrasikan Posyandu dan BKB memberikan penyuluhan kepada orang tua mengenai pola asuh anak, keterampilan mengasuh, dan pentingnya stimulasi tumbuh kembang balita secara menyeluruh (fisik, mental, dan emosional),” terang Jhon.
Ia juga menerangkan, PLKB mengelola kegiatan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) yang berorientasi pada keluarga dan bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran orang tua.
Selain itu, PLKB berperan dalam mengintegrasikan kegiatan BKB dengan Posyandu agar orang tua mendapatkan layanan yang terpadu. “Hal ini memudahkan pemantauan kesehatan balita dan peningkatan keterampilan pengasuhan dalam satu waktu dan tempat,” ungkapnya.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dimana orang tua mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengasuh dan merawat balita secara optimal melalui BKB.
Pemantauan kesehatan dimana Posyandu menyediakan layanan vital seperti penimbangan, pengukuran tinggi badan, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan untuk memantau kesehatan balita.
“Tumbuh kembang optimal yang mana Kombinasi penyuluhan BKB dan layanan Posyandu membantu memastikan tumbuh kembang balita berjalan optimal dari segi fisik, mental, dan sosial,” urainya.
“BKB adalah wadah kegiatan keluarga bagi anak usia 0-6 tahun yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua (Ayah dan Ibu) dan anggota keluarga lainnya untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang anak,” tutupnya. (Adm)









